Sleman (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Sebanyak 18 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kulon Progo mengikuti kegiatan Perkemahan Kamudapramuka Aliyah (Perkamuda) Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan “Taman Tunas Wiguna” Babarsari, Sleman, DIY, pada 21–23 September 2026.
Kontingen MAN 2 Kulon Progo terdiri atas 18 siswa yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan internal madrasah. Adapun nama-nama siswa yang menjadi bagian dari kontingen antara lain Azzam Muhammad Tauhid, Muhammad Rasyid Ridho, Ahmad Mauliddin Mubarak, Adhis Zulmahdiy Ramadhani, Alan Hardy Adiwidya, Fais Aslam Iswardanu, Lionel Azmi Mubarak, M. Anung Hanindito, serta anggota kontingen lainnya.

Seluruh peserta didampingi oleh pembina pendamping, yaitu Suratono, S.Pd.I. dan Eni Titut Supangati, S.Pd., sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia sebagaimana tertuang dalam surat tugas yang diterbitkan pihak madrasah.
Persiapan dilakukan melalui latihan rutin keterampilan kepramukaan, penguatan karakter, serta pembekalan materi lomba dan kegiatan yang akan diikuti selama tiga hari perkemahan.
Selama pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang telah dirancang panitia, meliputi kegiatan ketangkasan kepramukaan, penguatan wawasan kebangsaan dan keagamaan, serta kegiatan persaudaraan antarmadrasah aliyah di DIY. Panitia juga menyiapkan bentuk apresiasi bagi peserta dan kontingen berprestasi, termasuk apresiasi antarmadrasah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian komitmen bersama seluruh peserta sebagai wujud kesepahaman dalam mengembangkan gerakan kepramukaan di lingkungan madrasah.

Pihak madrasah berharap keikutsertaan ini mampu menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan rasa kebersamaan pada diri peserta. Selain menjadi ajang pengembangan keterampilan kepramukaan, kegiatan ini juga dinilai sebagai sarana memperluas jaringan persaudaraan antarsiswa madrasah aliyah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami meyakini pengalaman yang diperoleh di Perkamuda Aliyah DIY 2026 dapat diterapkan dalam kegiatan kepramukaan di madrasah dan menjadi bekal pembentukan karakter siswa,” ujar Suratono, S.Pd.I., mewakili pembina pendamping MAN 2 Kulon Progo (gia)