Minggu, 1 November 2026

MIZA CBT: Ulangan Harian / Sumatif Informatika yang Tegas dalam Penilaian, Humanis dalam Menyapa Siswa

KULON PROGO – Penilaian sumatif, yang selama ini lebih akrab disebut ulangan harian, sering identik dengan ketegangan, angka, dan status tuntas atau belum tuntas. Di MAN 2 Kulon Progo, pengalaman itu coba dihadirkan dengan cara yang berbeda. Pada pelaksanaan Penilaian Sumatif (UH 1) mata pelajaran Informatika kelas X, siswa mengerjakan soal secara penuh daring melalui MIZA CBT (Media Integrasi Zona Asesmen), aplikasi Computer Based Test yang diakses melalui https://man2kulonprogo.sch.id/miza.

MIZA CBT bukan produk pihak ketiga. Aplikasi ini kreasi buatan sendiri, dikembangkan oleh Zuli Irawanto, S.T., guru Informatika di madrasah tersebut. Karena dibuat oleh guru yang menggunakannya setiap hari, fitur-fiturnya lahir dari kebutuhan nyata di kelas, bukan sekadar mengikuti template.

Penilaian sumatif diselenggarakan di laboratorium komputer dengan sistem close book. Sebelum ujian dimulai, seluruh siswa mengumpulkan telepon genggam. Suasana pun kondusif: siswa tampak tenang dan fokus pada layar masing-masing.

Dari sisi pengawasan, guru memantau jalannya ujian melalui fitur Live Monitor. Fitur ini menampilkan status pengerjaan, progres, dan durasi setiap siswa secara real-time, lengkap dengan filter per kelas. Guru dapat segera mengetahui siapa yang sedang mengerjakan, siapa yang sudah selesai, dan siapa yang belum mulai.

Lima Bentuk Soal

MIZA CBT mendukung lima bentuk soal:

  1. pilihan ganda,
  2. pilihan ganda kompleks,
  3. benar-salah,
  4. benar-salah kompleks, dan
  5. esai.

Variasi ini memungkinkan guru mengukur capaian siswa dari berbagai sisi, mulai dari pemahaman konsep dasar dan ketelitian menalar sampai kemampuan menguraikan gagasan dengan kalimat sendiri. Untuk soal esai, penilaian dilakukan langsung oleh guru, sehingga jawaban siswa dibaca dan dihargai secara utuh.

Untuk menjaga integritas penilaian, aplikasi menerapkan pengacakan soal dan pengacakan opsi jawaban. Setiap siswa mendapat urutan soal dan susunan pilihan jawaban yang berbeda. Peluang bekerja sama menjadi sangat kecil, dan siswa terdorong untuk benar-benar fokus mengerjakan soalnya sendiri.

Penilaian menggunakan pendekatan target ketuntasan. Siswa yang belum mencapai batas tuntas diberi kesempatan mengulang. Nilai akhir dihitung dari rata-rata seluruh percobaan. Dengan skema ini siswa terdorong bersungguh-sungguh sejak percobaan pertama, tetapi tetap punya ruang untuk memperbaiki diri. Penilaian dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan vonis sekali jadi.

Ciri lain yang membedakan MIZA CBT ada pada cara aplikasi ini menyampaikan hasil. MIZA tidak hanya menampilkan nilai dan status tuntas atau belum tuntas. Aplikasi ini berbicara kepada siswa: menjelaskan makna hasil, memberi apresiasi, dan menunjukkan arah untuk berkembang.

Sesuai rentang nilai yang diperoleh, siswa menerima kata dan kalimat apresiasi, misalnya:

  • 🏆 Luar Biasa!
  • 🏅 Sangat Baik!
  • ✅ Target Tercapai!
  • ⬆️ Sedikit Lagi!
  • 📈 Terus Bertumbuh!
  • 💡 Tetap Semangat!

Siswa yang belum mencapai target tidak disambut dengan label kegagalan. Ia disapa dengan kalimat yang menguatkan dan diarahkan pada langkah berikutnya. Pendekatannya tegas pada metode penilaian, tetapi humanis dalam menyapa dan memotivasi.

“Kami ingin melihat anak-anak bukan sebagai objek penilaian semata, tetapi sebagai pribadi yang sedang bertumbuh dan berkembang,” demikian semangat yang melandasi pengembangan aplikasi ini.

Evaluasi tidak berhenti pada siswa. MIZA CBT juga dilengkapi fitur analisis butir soal yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas soal. Hasil analisis menjadi bahan refleksi bagi guru untuk memperbaiki dan menyempurnakan soal, sehingga asesmen ke depan semakin baik dan bermutu.

Irawan berharap MIZA CBT menjadi wahana yang memudahkan proses asesmen sekaligus mengajak siswa bersemangat mempelajari dan memahami materi. Penilaian tidak lagi dirasakan sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari perjalanan belajar yang dirayakan setiap pencapaiannya.

Lebih jauh, pelaksanaan penilaian sumatif berbasis CBT buatan sendiri ini menunjukkan bahwa madrasah mampu berinovasi secara mandiri dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran: efisien, transparan, dan tetap berpihak pada tumbuh kembang siswa.(mrz)

Bagikan pada...

Lihat juga

Mail Merge

Informatika Kelas XI · Bab 4 · Praktikum 6 Mail Merge Surat Massal dari Data …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *