Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas (PZI) MAN 2 Kulon Progo, Drs. Amir Ma’ruf, MA, mengimbaskan materi dan hasil Pembinaan Satker ZI-WBK yang didapat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Bogor. Pengimbasan tersebut disampaikan dalam Rapat Dinas Guru dan Tenaga Kependidikan pada Jumat, 30 Oktober 2026, bertempat di Ruang Teater Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan, Gotakan, Panjatan.
Pengimbasan ini dilakukan seusai keterlibatan lima delegasi atau “duta” MAN 2 Kulon Progo pada kegiatan pembinaan di Nemuru Grand Bhuvana Ciawi, Kabupaten Bogor, Rabu (28/10/2026). Tim delegasi terdiri dari Kepala Madrasah H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., Kepala Tata Usaha Sudaryati, S.M., Ketua Tim PZI Drs. Amir Ma’ruf, MA, Sekretaris Tim PZI Wadiyanto, S.Pd., serta perwakilan Tim IT Fahri Alifiansyah Pratama, A.Md.K. Kehadiran dan pengimbasan ini menjadi wujud komitmen kuat madrasah dalam mempercepat akselerasi PZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dalam paparan pengimbasannya di hadapan seluruh peserta rapat dinas, Drs. Amir Ma’ruf, MA menegaskan bahwa fokus utama pembangunan ZI saat ini tidak sekadar berpusat pada kelengkapan administratif semata, melainkan wajib menghadirkan dampak nyata yang dirasakan oleh stakeholder dan masyarakat.
“Dari hasil pembinaan narasumber Ditjen Pendis di Bogor, yaitu Ibu Ainun Habibah dan Bapak Fernando Silalahi, ditekankan bahwa perubahan Zona Integritas harus memegang prinsip ‘Masalah – Solusi – Hasil – Dampak’. PZI bukan hanya sekadar mengunggah dokumen di Lembar Kerja Evaluasi (LKE), melainkan bagaimana kita bersama-sama mewujudkan budaya integritas serta meningkatkan mutu layanan publik—seperti PPDB, layanan akademik, EMIS, dan tata kelola keagamaan—yang benar-benar bebas pungli serta berorientasi pada kepuasan peserta didik,” papar Drs. Amir Ma’ruf, MA.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh elemen madrasah perlu memahami mitigasi risiko komprehensif pada 6 Area Perubahan, pengelolaan data pengaduan masyarakat secara transparan, serta kesiapan penyusunan rencana aksi berbasis isu strategis guna menghadapi tahapan wawancara dan penilaian oleh Tim Penilai Nasional (TPN).
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., dalam sambutannya mengapresiasi dan memberikan arahan strategis agar seluruh guru dan pegawai menyatukan langkah dalam mengimplementasikan hasil pembinaan tersebut.
“Pembinaan yang diikuti oleh delegasi kita di Bogor merupakan momentum evaluasi sekaligus akselerasi bagi MAN 2 Kulon Progo. Saya mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen. Reformasi birokrasi dan predikat WBK-WBBM bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana bagi kita untuk terus memberikan layanan pendidikan yang bermutu, transparan, inovatif, dan berintegritas tinggi demi kemajuan para siswa dan madrasah,” tegas H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I. dalam sambutannya.
Melalui kegiatan pengimbasan ini, seluruh civitas akademika MAN 2 Kulon Progo makin optimistis dalam menerapkan strategi reformasi birokrasi yang terstruktur, transparan, dan berkelanjutan. (gia)