Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – MAN 2 Kulon Progo menerima kunjungan tim monitoring pemanfaatan bantuan digitalisasi pembelajaran dan Interactive Flat Panel (IFP) Tahun 2025 dari Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI pada Senin, 28 Juli 2026.
Kedatangan tim tamu yang berjumlah empat orang tersebut disambut langsung oleh Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., yang didampingi Kepala Tata Usaha, Sudaryati, S.M., serta Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana, Suparnadi, S.Pd. Pertemuan berlangsung hangat di Ruang Kepala Madrasah, Gedung Keterampilan Terpadu Unit 2 MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan, Gotakan, Panjatan.
Adapun tim monitoring yang hadir terdiri atas tiga perwakilan dari Dit. KSKK Madrasah, yaitu Andi Fahmi, Riki Hendrawan, dan Fitri Mandari, serta satu perwakilan dari Itjen Kemenag RI, Royhand Abdilah.
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung tingkat efektivitas, pemanfaatan, serta akuntabilitas penggunaan perangkat digitalisasi pembelajaran dan unit IFP yang telah disalurkan pada tahun anggaran 2025.
Melalui kegiatan monitoring ini, tim memastikan bahwa bantuan teknologi yang disalurkan benar-benar memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di lingkungan madrasah, sekaligus mengidentifikasi berbagai praktik baik maupun potensi kendala teknis di lapangan.
Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian Kementerian Agama RI terhadap kemajuan sarana digitalisasi di MAN 2 Kulon Progo.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta arahan dari tim Dit. KSKK Madrasah dan Itjen Kemenag RI. Bantuan digitalisasi pembelajaran dan IFP ini sangat membantu kami dalam menghadirkan suasana kelas yang interaktif, modern, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kami berkomitmen untuk terus merawat, mengoptimalkan, dan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas ini agar potensi para siswa dapat berkembang secara optimal,” ujar Riza Faozi.

Setelah berdiskusi di kantor kepala madrasah, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan. Tim monitoring diajak melihat langsung implementasi perangkat interaktif di dua lokasi utama yaitu Perpustakaan “Kedai Ilmu”: Melihat pemanfaatan fasilitas digital dan layanan literasi berbasis teknologi yang diintegrasikan untuk mendukung riset serta membaca mandiri para siswa, dan Ruang Teater: Mengamati penggunaan unit IFP secara langsung dalam proses pembelajaran interaktif dan presentasi siswa.
Rangkaian kegiatan monitoring berjalan dengan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan catatan evaluasi positif dari tim penilai. (gia)