Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) MAN 2 Kulon Progo memperoleh kegiatan pendampingan khusus mengenai pencegahan stunting dan edukasi gizi remaja pada Selasa, 28 Juli 2026. Acara yang berlangsung interaktif ini digelar di Ruang Bimbingan Konseling (BK) Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan, Gotakan, Panjatan. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Duta GenRe (Generasi Berencana) DIY 2025.
Pendampingan ini dirancang dengan metode santai namun sarat ilmu. Materi utama difokuskan pada peran strategis remaja dalam memutus rantai stunting sejak dini, antara lain melalui penerapan pola hidup sehat, pencegahan anemia, dan pemenuhan gizi seimbang.
Selain pemaparan teori, para peserta diajak melakukan praktik langsung menghitung kandungan gizi pada makanan ringan (snack) kemasan. Melalui simulasi ini, anggota PIK-R diajarkan cara membaca tabel Informasi Nilai Gizi, mengenali kadar gula, garam, dan lemak, serta memahami tingkat kecukupan energi dari jajanan yang biasa mereka konsumsi sehari-hari.

Guru pendamping PIK-R yang juga merupakan guru BK MAN 2 Kulon Progo, Wadiyanto, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pendampingan ini. Ia menekankan pentingnya pemahaman gizi bagi usia remaja.
“Kami sangat mendukung kegiatan interaktif seperti ini. Edukasi mengenai stunting dan kesadaran gizi bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi harus dimulai dari diri remaja itu sendiri. Dengan memahami kandungan gizi pada makanan sehari-hari, siswa tidak hanya bisa menjaga kesehatan pribadi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan teman sebaya yang edukatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tutur Wadiyanto, S.Pd.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para anggota PIK-R. Salah satu peserta, Lulu Indraswari Pramudawardani, mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti sosialisasi tersebut.
Lulu menyampaikan bahwa kegiatan ini berlangsung sangat menyenangkan dengan penyampaian materi yang asik dan mudah dipahami. Menurutnya, melalui acara ini anggota PIK-R bisa saling berkomunikasi, bertukar pengalaman, serta menjadi lebih akrab satu sama lain.
Ia menambahkan bahwa selain mendapatkan ilmu baru mengenai pencegahan stunting dan cara menghitung komposisi gizi pada makanan ringan, kegiatan ini juga efektif melatih kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, serta meningkatkan kepedulian anggota terhadap kesehatan dan gizi remaja. (gia)