Rabu, 3 Juni 2026

Dhalang Muda MAN 2 Kulon Progo Tampil Memukau dalam Gelar Seni dan Budaya Wayang Kulit dan Wayang Golek Anak Sanggar Cokro Kembang

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MAN 2 Kulon Progo. Dhalang muda MAN 2 Kulon Progo, Alkienat Gayuh Nacikal Lajalu, yang akrab disapa Gayuh, tampil dalam Gelar Seni dan Budaya Wayang Kulit dan Wayang Golek Anak Sanggar Cokro Kembang yang diselenggarakan di Balai Kalurahan Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo, pada Minggu hingga Senin (31 Mei-1 Juni 2026).

Kegiatan budaya tersebut didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Dana Indonesiana sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa melalui pembinaan generasi muda. Acara diselenggarakan oleh Sanggar Cokro Kembang di bawah bimbingan dhalang senior Ki Suranto Hadi Sucipto, yang selama ini dikenal aktif membina bibit-bibit dhalang muda di Kulon Progo.

Dalam kesempatan tersebut, Gayuh membawakan lakon “Aji Narantaka”, sebuah kisah pewayangan yang menceritakan perjuangan Gatotkaca dalam memperoleh kesaktian Aji Narantaka melalui laku spiritual, pengendalian diri, keteguhan hati, dan pengorbanan. Kisah ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak hanya berasal dari kesaktian fisik, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan hawa nafsu, menjaga kesabaran, dan menegakkan kebenaran.

Dalam tradisi pewayangan, Aji Narantaka dimaknai sebagai ilmu kesaktian yang melambangkan keberanian, keteguhan prinsip, kedisiplinan, serta kemenangan kebaikan atas kesombongan dan keangkaramurkaan. Nilai-nilai tersebut relevan dengan pendidikan karakter generasi muda saat ini.

Penampilan Gayuh berhasil memikat perhatian penonton. Dengan penguasaan sabet, suluk, dialog tokoh, serta penghayatan cerita yang baik, ia mampu membawakan kisah Aji Narantaka secara menarik dan komunikatif. Penampilannya menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya adiluhung bangsa.

Secara terpisah, Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan dan penampilan Gayuh dalam kegiatan tersebut.

“Kami merasa bangga karena salah satu siswa MAN 2 Kulon Progo mampu tampil dalam forum seni budaya yang bergengsi dan menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa. Penampilan Gayuh menunjukkan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berprestasi dalam bidang seni dan budaya. Semoga ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan mencintai budaya Indonesia,” ungkapnya.

Riza Faozi menambahkan bahwa madrasah akan terus memberikan dukungan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakatnya, termasuk dalam bidang seni tradisional yang sarat nilai karakter, etika, dan kearifan lokal.

 

Partisipasi Gayuh dalam pagelaran tersebut menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu menjadi penerus dan penjaga keberlangsungan budaya Nusantara. Melalui seni pedalangan, nilai-nilai moral, kepemimpinan, keteladanan, dan kebijaksanaan yang terkandung dalam cerita wayang dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Sebelumnya, Gayuh juga pernah tampil mewakili Kapanewon Lendah dalam Festival Dalang Wayang Kulit Anak dan Remaja Kulon Progo dan mendapat apresiasi atas kemampuan pedalangannya, sehingga semakin mengukuhkan potensinya sebagai salah satu dhalang muda berbakat dari Kulon Progo. (gia)

 

Bagikan pada...

Lihat juga

Ghatfan Rafa MAN 2 Kulon Progo Lolos SNBT 2026, Siap Menempuh Studi S1 Di Universitas Brawijaya

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Kabar membanggakan kembali datang dari MAN 2 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *