Rabu, 29 April 2026

Maristesa Harsal, S.Pd, MAN 2 Kulon Progo Jadi Host Podcast Kankemenag Kulon Progo, Angkat Tema Ekoteologi dan Adiwiyata

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Kulon Progo. Maristesa Harsal, S.Pd., guru Bahasa Indonesia, dipercaya menjadi host dalam kegiatan PODCAST REBOAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (29/4/2026) pukul 10.00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube dengan tautan berikut: https://youtube.com/live/GAKxuHCav_E . Siaran berlangsung dari ruang podcast Kementerian Agama Kulon Progo dengan mengangkat tema “Penguatan Ekoteologi Melalui Adiwiyata Madrasah: Best Practice MAN 3 Kulon Progo.”

Dalam podcast tersebut, Maristesa memandu jalannya diskusi bersama narasumber Nurhayanti, S.Pd., M.Si., Kepala MAN 3 Kulon Progo. Diskusi berlangsung interaktif dan inspiratif, mengulas praktik baik penerapan program Adiwiyata sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan madrasah.

Dikenal sebagai aktivis penggiat Adiwiyata di MAN 2 Kulon Progo, Maristesa juga aktif sebagai pembina berbagai kegiatan lingkungan. Kemampuannya dalam public speaking menjadikan suasana podcast hidup dan komunikatif, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada salah satu guru terbaiknya tersebut.

“Kami sangat bangga atas kiprah Ibu Maristesa yang tidak hanya aktif di internal madrasah, tetapi juga berkontribusi di tingkat kabupaten melalui kegiatan podcast ini. Beliau merupakan sosok guru yang kreatif, komunikatif, dan konsisten dalam menggerakkan program Adiwiyata di MAN 2 Kulon Progo. Kami berharap keaktifan ini dapat terus menginspirasi guru-guru lain untuk berkarya dan berkontribusi lebih luas,” ungkap Riza Faozi.

Dalam jalannya podcast, Maristesa membuka diskusi dengan menggali konsep dasar ekoteologi sebagai integrasi antara nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia kemudian mengarahkan pembahasan pada implementasi konkret program Adiwiyata di madrasah.

Sementara itu, Nurhayanti menjelaskan bahwa program Adiwiyata di MAN 3 Kulon Progo tidak hanya sebatas penghijauan, tetapi juga mencakup pembiasaan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

“Ekoteologi kami terapkan melalui pendekatan pembelajaran, budaya madrasah, hingga kebijakan yang mendukung pelestarian lingkungan. Siswa tidak hanya diajak memahami konsep, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung,” jelas Nurhayanti.

Podcast juga membahas berbagai program unggulan, seperti pengelolaan sampah berbasis edukasi, pemanfaatan lahan hijau, serta integrasi materi lingkungan dalam pembelajaran. Selain itu, disampaikan pula tantangan dan strategi dalam menjaga konsistensi program Adiwiyata.

Di akhir sesi, Maristesa menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh warga madrasah dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.

“Adiwiyata adalah gerakan bersama. Ketika seluruh elemen madrasah memiliki kesadaran yang sama, maka nilai-nilai ekoteologi akan tumbuh kuat dan berdampak nyata,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain dalam mengembangkan program berbasis lingkungan sekaligus memperkuat karakter peserta didik yang peduli terhadap kelestarian alam. (gia)

Bagikan pada...

Lihat juga

110 Calon Murid Baru Ikuti Tes Wawancara PMBM Jalur Prestasi di MAN 2 Kulon Progo

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Sebanyak 110 calon murid baru mengikuti tes …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *