Kulon Progo (Humas MAN 1 Kulon Progo) – Program Syiar Bakti Mandaku (SBM) MAN 2 Kulon Progo Tahun 2026 berlangsung sukses dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat Dukuh Penjalin. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, KamisβJumat, 29β30 Mei 2026, tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai kepedulian sosial yang telah dipelajari di madrasah.

SBM merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang dirancang menyerupai Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan memadukan kegiatan keterampilan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan. Sebanyak 30 siswa terlibat dalam kegiatan ini dengan pendampingan guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Kulon Progo.
Melalui Syiar Bakti Mandaku ini, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga belajar hadir di tengah masyarakat, berbagi ilmu, dan menumbuhkan semangat pengabdian. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membentuk karakter siswa yang peduli, mandiri, dan berakhlak.

Kegiatan utama pada hari pertama adalah Tarling (Keterampilan Keliling), yaitu program pendampingan dan pelatihan keterampilan yang dilaksanakan oleh siswa program keterampilan MAN 2 Kulon Progo. Siswa program Tata Boga serta Agribisnis dan Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) memberikan pelatihan pengolahan daging menjadi produk makanan kekinian seperti dimsum goreng, dimsum kukus, dan wonton.

Sementara itu, siswa program Tata Busana memberikan pelatihan pembuatan kain batik ecoprint dan hantaran. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat karena keterampilan yang diajarkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan dan menambah penghasilan keluarga.

Selain pelatihan keterampilan, peserta SBM juga melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan berupa pendampingan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), pembelajaran keagamaan bagi anak-anak, serta pengajian untuk masyarakat umum. Melalui kegiatan tersebut, para siswa belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan dakwah dan kepemimpinan.

Memasuki hari kedua, Jumat (30/5/2026), kegiatan difokuskan pada program sosial kemasyarakatan. Salah satu kegiatan utama adalah penyembelihan tiga ekor kambing kurban yang dilaksanakan di halaman mushala setempat. Salah satu hewan kurban berasal dari alumni MAN 2 Kulon Progo, Taufik Fajar Satria, yang saat ini mengabdikan diri sebagai prajurit TNI Angkatan Laut. Daging kurban kemudian dibagikan kepada puluhan warga di sekitar mushala sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan ukhuwah antara madrasah dan masyarakat.

Pada hari yang sama, panitia juga menyelenggarakan bakti sosial dengan konsep preloved dan tebus murah sembako. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut tidak hanya digunakan untuk membantu warga mendapatkan sembako bersubsidi, tetapi juga akan dikelola sebagai modal penyelenggaraan SBM pada tahun-tahun berikutnya.
Salah satu panitia SBM, Astiti, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan bakti sosial.
βAlhamdulillah, masyarakat menyambut kegiatan ini dengan sangat baik. Konsep tebus murah memungkinkan warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan, sekaligus memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam gerakan infak. Dana yang terkumpul nantinya akan menjadi modal keberlanjutan program SBM sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan pada tahun-tahun mendatang,β jelas Astiti.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta dan panitia SBM mengadakan acara pamitan dengan masyarakat Dukuh Penjalin. Dalam kesempatan tersebut, Koordinator SBM Tahun 2026, Siti Muslimah, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan penerimaan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
βKami sangat bersyukur karena siswa-siswi memperoleh pengalaman belajar yang tidak bisa didapatkan hanya di ruang kelas. Mereka belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, empati, dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi MAN 2 Kulon Progo, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa madrasah hadir untuk memberi manfaat. Kami berharap silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga dan SBM dapat terus berkembang menjadi program pengabdian yang lebih luas dan lebih bermanfaat,β tutur Siti Muslimah.

Mewakili masyarakat, Dukuh Penjalin, Dewi Ambar Wulan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan SBM yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi warga.
βKami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar MAN 2 Kulon Progo. Kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga pengetahuan, keterampilan, dan semangat kebersamaan bagi masyarakat. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,β sambutnya.
Hal senada disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat sekaligus rohis Dukuh Penjalin, Rohis Dukuh Penjalin, Muhammad Tohari.
βKami merasa senang dan bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan ini. Anak-anak MAN 2 Kulon Progo menunjukkan sikap yang santun, aktif, dan mudah berbaur dengan masyarakat. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka dan semoga MAN 2 Kulon Progo semakin maju serta terus melaksanakan kegiatan pengabdian seperti SBM pada tahun-tahun mendatang,β ungkapnya.

Dengan berakhirnya acara pamitan tersebut, rangkaian Syiar Bakti Mandaku Tahun 2026 resmi ditutup. Selama dua hari pelaksanaan, SBM berhasil menghadirkan perpaduan program keterampilan, keagamaan, dan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi wahana pembelajaran karakter bagi siswa MAN 2 Kulon Progo. (gia)