Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Dalam upaya memperkuat fondasi moral dan mutu pendidikan, MAN 2 Kulon Progo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Karakter Bimtek diikuti oleh semua guru diAula Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo pada Rabu, 25 Agustus 2026 Melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Mengusung tema “Pendidikan Karakter: Karakter Menentukan Masa Depan Bangsa”, agenda ini diikuti oleh seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan untuk menyelaraskan pola pendampingan siswa di lingkungan madrasah.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an pada sesi Gema Wahyu Ilahi yang dilantunkan oleh Sukir, S.Pd., M.Si., M.Pd.Kim. Keheningan dan kekhusyukan tersebut menjadi pembuka suasana spiritual sebelum dilanjutkan dengan arahan dari Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I.

Dalam sambutannya, Riza menekankan bahwa keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada keterkaitan yang utuh antara input, proses, dan output pembelajaran. Nilai-nilai religius yang menjadi ruh madrasah harus mendasari setiap pencapaian akademik maupun non-akademik. Ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi berkala dan kedisiplinan tata kelola di lingkungan kerja.
“Pendidikan tidak bisa dipisah-pisahkan; harus ada benang merah yang jelas antara input, proses, hingga output siswa. Nilai religius adalah fondasi utama kita untuk meraih prestasi akademik dan non-akademik. Mari kita lakukan refleksi bersama, membangun sinergi dengan kemauan anak, serta menjaga tertib administrasi. Ingat, MAN 2 Kulon Progo adalah Sekolah Ramah Anak yang harus menghadirkan ruang belajar aman dan nyaman,” ujar H. Riza Faozi.
Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi utama dari narasumber. Pemateri pertama, Kalimah, S.Ag., M.A., Pengawas Madrasah dari Kantor Kemenag Kulon Progo, membawakan topik Integrasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta: Harmoni Hati dan Akal di Ruang Kelas Madrasah. Kalimah membedah materi secara ringkas, lugas, dan langsung pada praktik lapangan.

Menyambung ayat Al-Qur’an yang dibacakan di awal acara, Kalimah menjelaskan bahwa ruh dari Kurikulum Berbasis Cinta adalah hadirnya rasa saling menyayangi, mengasihi, menghargai, dan menghormati antarwarga madrasah. Pembentukan karakter, menurutnya, wajib dilakukan melalui keteladanan yang konsisten dan kesabaran guru.
“Ruh dari Kurikulum Berbasis Cinta adalah rasa saling menyayangi, mengasihi, dan menghargai di antara kita semua. Karakter itu tumbuh dari keteladanan dan kesabaran, bukan paksaan. Target kita hari ini jelas: menerjemahkan prinsip besar menjadi hal sederhana—mulai dari pilihan ucapan guru sehari-hari, langkah kegiatan nyata di kelas, hingga bukti asesmen yang praktis. Kita harus menggeser paradigma pembelajaran dari sekadar menghafal menuju pemahaman yang menggerakkan,” tutur Kalimah.
Penerapan KBC ini juga diperkuat dengan landasan regulasi terbaru, yakni Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, KMA No. 1603 Tahun 2025, serta Kepdirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025. Rangkaian Bimtek ini juga menyimak pemaparan dari Hj. Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum. dari Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, yang melengkapi penguatan implementasi kurikulum di MAN 2 Kulon Progo. (gia)