Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Dalam rangka memperkuat kecakapan vokasional dan kewirausahaan peserta didik, puluhan siswa kelas XI Program Keterampilan Tata Boga dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHB) MAN 2 Kulon Progo menggelar praktik intensif pembuatan hidangan snack coffee break hasil kreasi resep mandiri. Kegiatan berlangsung di Ruang Workshop Tata Boga dan Ruang Workshop Keterampilan APHB Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan, Gotakan, Panjatan, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Dalam kegiatan ini, para siswa mengolah dan menyajikan berbagai varian hidangan kuliner modern berkualitas komersial, meliputi roti manis, pizza dengan aneka topping, chiffon cake, puff pastry renyah berlapis, bolu gulung presisi, hingga pie dengan resep isian kreasinya sendiri.

Guru Pengampu Keterampilan Tata Boga, Eni Prasetyawati, S.Pd.T., menyampaikan bahwa praktik ini dirancang untuk melatih ketelitian teknis serta kesiapan mental siswa di dunia industri kuliner.
“Praktik pembuatan snack coffee break ini difokuskan pada penguasaan teknik dasar hidangan manis dan gurih, penataan (plating), hingga perhitungan porsi yang presisi. Dari perspektif Tata Boga, tujuannya bukan sekadar menghasilkan makanan yang enak, tetapi juga melatih ketelitian rasio bahan, estetika penyajian, dan manajemen waktu produksi agar siswa siap bersaing di industri kuliner maupun berwirausaha mandiri,” ujar Eni Prasetyawati.

Sementara itu, dari sudut pandang sains dan teknologi pangan, penekanan diberikan pada pemahaman sifat fisik-kimia bahan serta penjaminan mutu olahan pertanian. Guru Pengampu Keterampilan APHP, Maryanto, S.TP., menyoroti pentingnya standar pengolahan bahan pangan hasil pertanian.
“Melalui praktik ini, siswa APHP diajak memahami bagaimana bahan hasil pertanian seperti tepung, gula, dan telur bereaksi selama proses pengolahan, fermentasi, hingga pemanggangan. Tujuan utama dari perspektif APHP adalah memberikan pemahaman mendalam tentang standar mutu bahan, higienitas pengolahan (Good Manufacturing Practices), serta efisiensi penggunaan bahan lokal agar memiliki nilai tambah yang tinggi (added value),” tegas Maryanto.

Seluruh hasil olahan siswa dievaluasi secara komprehensif oleh tim guru pendamping, mencakup parameter aspek rasa, tekstur, aroma, estetika tampilan, hingga higienitas proses produksi. Kegiatan ini menegaskan komitmen MAN 2 Kulon Progo sebagai madrasah aliyah plus keterampilan dalam mencetak lulusan yang mandiri, kreatif, dan siap beradaptasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). (gia)
Kenapa ada tangan kiri diatas makanan saat pengambilan fotonya