Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai pengalaman yang mampu membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada Dialog Interaktif Festival Makan Ikan (FMI) 2026 di Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan, Gotakan, Panjatan, Selasa (28/7/2026).
Dalam kegiatan bertema “Fish Up Your Life – Makan Ikan, Hidup Lebih Sehat, dan Berprestasi” tersebut, Wahib Jamil mengajak seluruh peserta didik untuk memaknai setiap aktivitas pembelajaran sebagai bagian dari ikhtiar membangun generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap alam.
“Belajar itu tidak terbatas dari guru di dalam kelas saja, tetapi dari mana saja tempat kita dapat mengambil hikmah. Agama tidak hanya dipraktikkan saat di masjid atau ketika membaca Al-Qur’an, tetapi harus ada keselarasan hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan alam semesta. Alam bukan untuk dikuasai secara berlebihan, melainkan digunakan sebagai anugerah dan amanah yang harus dijaga secara seimbang. Melalui ajang market day dan lomba ini, madrasah membuktikan kemampuannya mendunia dengan tetap menjaga keseimbangan tersebut,” tutur Wahib Jamil.

Menurutnya, kegiatan Festival Makan Ikan menjadi contoh nyata implementasi pendidikan yang holistik karena mengintegrasikan penguatan gizi, pengembangan keterampilan, jiwa kewirausahaan, serta nilai-nilai moderasi beragama dalam satu rangkaian kegiatan.
Sebelumnya, Dialog Interaktif dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R. Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T. Ia menekankan bahwa peningkatan konsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Dialog Interaktif juga menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., Ketua Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, yang mengulas kandungan gizi serta potensi olahan ikan sebagai pangan bergizi, serta Kukuh Arif Ananda Saputra, kreator digital yang membagikan strategi memanfaatkan media digital untuk mengampanyekan gaya hidup sehat melalui Gerakan Gemarikan.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Komite MAN 2 Kulon Progo, serta para guru dan peserta didik.
Sebagai tindak lanjut dari edukasi tentang ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran benih ikan di kolam MAN 2 Kulon Progo. Penebaran dilakukan secara simbolis oleh Kepala Bidang P2HP Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Juwarti, S.T., M.Si., bersama Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I. Aksi tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah dan madrasah dalam menumbuhkan kepedulian siswa terhadap budidaya ikan dan kelestarian lingkungan.

Festival Makan Ikan 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai kompetisi, di antaranya Culinary Innovation (lomba memasak dan market day olahan ikan tuna), Fish Up Your Skill (lomba fillet ikan), Digital Content Creator, Business Pitching, serta Desain Photobooth. Antusiasme peserta terlihat saat mengikuti perlombaan, mengunjungi stan edukasi, hingga menyaksikan penilaian hasil karya sebelum akhirnya panitia menyerahkan piala dan penghargaan kepada para pemenang.
Melalui Festival Makan Ikan 2026, MAN 2 Kulon Progo bersama Dinas Kelautan dan Perikanan DIY berhasil menghadirkan ruang pembelajaran yang memadukan edukasi gizi, pelestarian lingkungan, kewirausahaan, dan penguatan karakter. Sejalan dengan pesan Wahib Jamil, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk insan yang sehat, berakhlak, serta bertanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan. (gia)