Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – MAN 2 Kulon Progo menunjukkan komitmennya dalam penguatan budaya literasi dengan menjadi tempat Workshop Penulisan Festival Literasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Komunitas Yuk Menulis (KYM). Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan, Panjatan, Kamis (23/04/2026).
Sebanyak 780 peserta yang terdiri dari pegawai dan guru Kementerian Agama se-Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Kanwil Kemenag DIY, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kulon Progo beserta jajarannya, para pengawas madrasah, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, M.H., Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi para pegawai dan guru dalam kegiatan literasi.
“Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga merupakan bagian dari proses membangun peradaban. Saya sangat mengapresiasi keterlibatan aktif para pegawai dan guru yang telah menghasilkan banyak karya buku, baik secara individu maupun kolaboratif. Ini menunjukkan bahwa budaya menulis di lingkungan Kementerian Agama sudah tumbuh dengan baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai elemen, mulai dari Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag DIY, jamaah haji, calon ASN, guru, hingga siswa madrasah telah berkontribusi dalam menghasilkan karya tulis.
“Gerakan literasi ini harus terus kita dorong. Menulis adalah cara kita meninggalkan jejak pemikiran dan inspirasi bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Dalam sambutannya, H. M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan penulisan memiliki nilai strategis dalam mengembangkan potensi diri, khususnya bagi guru dan pegawai di lingkungan Kementerian Agama.
“Kegiatan penulisan ini menjadi sarana mengungkapkan isi relung-relung hati, untuk mengekspresikan diri, menuangkan pengalaman, serta menggagas ide-ide kreatif. Literasi bukan hanya tentang kemampuan menulis, tetapi juga tentang bagaimana kita menyampaikan gagasan yang dapat memberi inspirasi bagi orang lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Sidik Pramono, S.Ag., M.S.I., menekankan pentingnya workshop ini sebagai wadah peningkatan kompetensi menulis.
“Workshop ini bukan hanya ajang pelatihan teknis menulis, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring literasi. Harapannya, para peserta mampu menghasilkan karya yang inspiratif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., turut menyampaikan rasa bangga dan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami merasa bangga dan terhormat dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Workshop Penulisan KYM ini. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen madrasah dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan guru dan siswa. Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir lebih banyak karya tulis yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu memberikan inspirasi dan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran buku Aksara Cinta Ramadhan, yang merupakan karya kolaboratif para penulis dari berbagai kalangan di lingkungan Kementerian Agama. Di antara kontributor dalam buku ini adalah Kepala Kanwil Kemenag DIY, Kabid Dikmad DIY, Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, serta para guru dan pegawai lainnya.
Peluncuran buku ini menjadi simbol nyata berkembangnya gerakan literasi di lingkungan madrasah dan Kementerian Agama, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus berkarya melalui tulisan. (gia)