Sleman (Humas MAN 2 Kulon Progo) — Hari pertama pelaksanaan PERBHARA 2026 MAN 2 Kulon Progo berlangsung meriah melalui Giat Prestasi Olah Karya Tradisional yang sukses menyedot antusiasme peserta. Mengusung tema Budaya dan Karya Tradisional Yogyakarta, kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas siswa dalam mengolah unsur tradisi menjadi karya bernilai estetis.
Bertempat di Pendopo Utama Bumi Perkemahan Gugur Gunung, Seyegan, kegiatan yang digelar pada Senin (20/4/2026) ini dilaksanakan setelah rangkaian briefing, pendirian tenda, serta ISAMA (istirahat, salat, makan). Meski padatnya agenda hari pertama, semangat peserta tetap terlihat menyala.
Dalam giat ini, seluruh peserta ditantang menghias besek bambu dengan cat acrylic warna primer, yakni hitam, merah, putih, biru, dan kuning. Aturan tersebut justru memicu kreativitas peserta untuk menghadirkan karya yang unik, harmonis, dan tetap selaras dengan tema budaya tradisional Yogyakarta.
Setiap sangga, baik putra maupun putri, mengirimkan dua perwakilan terbaiknya. Kerja sama tim menjadi kunci utama, selain aspek kreativitas, kesesuaian tema, dan kepaduan warna yang menjadi indikator penilaian dewan juri.
Salah satu juri, Astiti, S.Pd., mengapresiasi hasil karya para peserta yang dinilai mampu menampilkan ide-ide segar meski dengan keterbatasan warna. “Karya yang ditampilkan sangat beragam dan menunjukkan pemahaman peserta terhadap nilai estetika budaya tradisional,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Acara, Mutia Anung Muntama. Ia menilai bahwa peserta tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga kekompakan dalam bekerja sama. “Hasil karya yang ditampilkan membuktikan bahwa siswa mampu berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya,” ujarnya.
Giat Prestasi Hias Karya Tradisional ini menjadi pembuka yang impresif dalam rangkaian PERBHARA 2026, sekaligus menegaskan komitmen MAN 2 Kulon Progo dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui kegiatan yang edukatif dan inspiratif. (ast)