Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) — Menindaklanjuti surat pemberitahuan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo terkait pelaksanaan Penilaian Lapangan Adipura Tahun 2025, MAN 2 Kulon Progo menggelar rapat koordinasi pada Senin, 1 Desember 2025. Rapat berlangsung di Ruang Teater Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan, Gotakan Panjatan.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.Si., Kepala Tata Usaha Sudaryati, S.M., Tim Manajemen, Tim Adiwiyata, serta sejumlah guru dan pegawai. Rapat dipimpin oleh Pembina Tim Adiwiyata, Amir Ma’ruf, M.A.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, menegaskan bahwa penilaian Adipura adalah kesempatan bagi madrasah untuk memperlihatkan karakter lingkungan yang selama ini sudah menjadi budaya. “Penilaian Adipura menjadi bukti bahwa MAN 2 Kulon Progo terus berupaya menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Saya berharap seluruh warga madrasah bergerak bersama untuk memastikan semua aspek yang dinilai dapat kita persiapkan dengan baik,” yrgasnya.
Rapat berlangsung dengan suasana serius namun tetap komunikatif. Para peserta membahas secara mendalam kesiapan madrasah dalam menyambut Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang dijadwalkan melakukan penilaian lapangan pada 6 Desember 2025.
Pembahasan diawali dengan gambaran umum kondisi lingkungan madrasah saat ini, termasuk area-area yang telah siap maupun yang masih memerlukan perhatian khusus. Lokasi yang menjadi fokus penilaian meliputi kebersihan halaman dan ruang terbuka, area taman dan penghijauan, kantin, toilet siswa dan guru, saluran drainase, titik pemilahan sampah, serta rumah kompos. Setiap pengelola area diminta segera melakukan pengecekan menyeluruh dan melaporkan hal-hal yang membutuhkan penanganan cepat.
Rapat kemudian mengalir pada pembahasan mengenai pembagian tugas bagi tim yang akan mendampingi kedatangan Tim Penilai Adipura. Terdapat tim penyambutan, tim dokumentasi, tim penyaji data dan laporan lingkungan, hingga tim teknis yang mengawasi kebersihan dan kelengkapan fasilitas setiap hari. Seluruh tim diminta menjaga koordinasi agar tidak ada aspek yang terlewat selama proses penilaian berlangsung.
Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya penguatan data pendukung seperti dokumentasi kegiatan kebersihan, laporan pengomposan, rekap pemilahan sampah, serta catatan penghijauan madrasah. Data-data tersebut akan disusun dalam bentuk portofolio yang siap ditunjukkan kepada Tim Penilai Adipura.

Menjelang akhir rapat, peserta juga menyepakati pelaksanaan kerja bakti bersama warga madrasah. Kerja bakti ini bertujuan memastikan seluruh sudut lingkungan berada dalam kondisi terbaik. Tim inspeksi internal juga dibentuk untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan setiap pagi dan siang hari.
Pembina Tim Adiwiyata, Amir Ma’ruf, M.A., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta rapat atas kesiapan dan komitmennya. “Adiwiyata adalah proses panjang. Kita menjaga kebersihan bukan karena akan dinilai, tetapi karena itu bagian dari akhlak dan karakter siswa juga sebagaimana program Kementerian Agama “Ekoteologi” yaitu senantiasa ikut menjaga lingkungan. Tim Penilai Adipura hadir untuk melihat apa yang sudah kita lakukan selama ini. Mari kita tunjukkan bahwa budaya bersih di MAN 2 Kulon Progo bukan slogan, tetapi nyata,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam penilaian lingkungan madrasah. Ia mengajak Seluruh unsur MAN 2 Kulon Progo untuk menunjukkan kesiapan dan semangat dalam menyambut Penilaian Adipura Tahun 2025. Madrasah berkomitmen memperkuat budaya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sebagai bagian penting dari mutu layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik.(gia)