Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi, berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi siswa, MAN 2 Kulon Progo berkolaborasi dengan SMAN 1 Wates dalam mempersiapkan diri menghadapi lomba debat bahasa Indonesia tingkat nasional. Kegiatan kolaboratif ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di Ruang Perpustakaan Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan, Panjatan.
Debat yang akan diikuti mengangkat mosi aktual mengenai media sosial dan pengaruhnya terhadap kesehatan generasi muda. Jenis debat yang digunakan adalah debat dalam bentuk somasi, yang menuntut ketajaman analisis, ketepatan argumentasi, serta kemampuan menyampaikan sanggahan secara sistematis dan berbasis data. Teknik debat menggunakan Asian parliamentary debate.
Tim dari SMAN 1 Wates terdiri dari tiga siswa yang didampingi oleh guru Bahasa Indonesia mereka, Yustina Evinawati. Sementara itu, tim dari MAN 2 Kulon Progo beranggotakan Muhammad Iqbal Abdalla, Muhammad Raka Bagus, dan Sulthan Fabiano Samudra, yang didampingi oleh guru Bahasa Indonesia, Maristessa Harsal, S.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti serangkaian agenda latihan intensif. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi terkait teknik debat somasi, meliputi penyusunan kerangka argumen, strategi penguatan data, serta teknik menyanggah pendapat lawan. Selanjutnya, kedua tim melakukan simulasi debat dengan pembagian peran sebagai tim afirmasi dan oposisi. Para siswa juga diberikan umpan balik langsung oleh para pendamping terkait gaya penyampaian, penggunaan bahasa baku, serta penguatan logika berpikir.
Selain itu, sesi diskusi interaktif juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para siswa saling bertukar pandangan mengenai dampak positif dan negatif media sosial terhadap kesehatan mental dan fisik generasi muda, termasuk isu kecanduan gawai, cyberbullying, hingga peran media sosial dalam edukasi kesehatan.

Guru pendamping MAN 2 Kulon Progo, Maristessa Harsal, S.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa.
“Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan debat siswa, tetapi juga membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta membiasakan mereka berpikir kritis terhadap isu-isu aktual. Kolaborasi dengan SMAN 1 Wates juga menjadi ajang saling belajar dan bertukar strategi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan kolaboratif seperti ini sebagai bagian dari penguatan kompetensi siswa di bidang akademik dan nonakademik. Harapannya, para siswa tidak hanya siap berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kedua tim semakin siap menghadapi kompetisi debat tingkat nasional serta mampu menunjukkan performa terbaik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan intelektualitas. (gia)