Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa yang jatuh pada bulan November, organisasi kesiswaan Duta Literasi berkolaborasi dengan OSIS MAN 2 Kulon Progo (Osimada) menggelar Kegiatan Bulan Bahasa Tahun 2025. Acara berlangsung meriah pada Rabu, 19 November 2025, bertempat di Aula Gedung Pembelajaran Terpadu, Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan, Gotakan, Panjatan.

Dengan mengusung tema “Jelajah Sastra, Raih Inspirasi untuk Generasi”, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan sastra sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Beragam lomba digelar untuk memfasilitasi kreativitas dan kompetensi berbahasa para siswa.

Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Kepala MAN 2 Kulon Progo, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya Bulan Bahasa sebagai momentum memperkuat identitas kebahasaan. “Bulan Bahasa bukan hanya perayaan kemampuan berbahasa, tetapi juga bentuk penghormatan kita terhadap bahasa persatuan dan bahasa daerah yang diwariskan oleh para pahlawan bangsa. Kegiatan ini kami harapkan dapat menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan tanggung jawab terhadap bahasa Indonesia serta memperkaya wawasan literasi siswa,” ujarnya.

Berbagai kategori lomba turut memeriahkan acara, antara lain:
- Lomba Debat
- Lomba Estafet Bahasa
- Lomba Vokal Grup
- Lomba Poster Bertema Bahasa dan Sastra
Seluruh lomba berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan berbahasa, tetapi juga kreativitas dan sportivitas dalam berkompetisi.
Kegiatan ini dipimpin oleh Prita Istianty selaku ketua panitia, yang berharap Bulan Bahasa dapat menjadi agenda rutin dan semakin inovatif setiap tahunnya. Ia menyampaikan bahwa peran siswa sangat penting dalam menghidupkan budaya literasi di madrasah.
Dengan terselenggaranya Kegiatan Bulan Bahasa 2025, MAN 2 Kulon Progo terus memperkuat visi sebagai madrasah yang unggul dalam literasi, kreativitas, dan karakter, serta berkomitmen menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa sebagai jati diri bangsa. (gia)