Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – MAN 2 Kulon Progo menerima kunjungan Tim Studi Tiru Bidang Layanan Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (30/7/2026). Rombongan berskala besar yang terdiri dari 40 peserta tersebut dipimpin oleh Hartono Komaruddin, Pejabat Funsional Tertentu (JFT) Perencana / Staf Subbagian Perencanaan dan Keuangan Kanwil Kemenag NTT.
Kedatangan tim tamu disambut secara resmi di Theater Room Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu, Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan, Panjatan, Kulon Progo, oleh Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., beserta jajaran pimpinan dan Tim Pembangunan Zona Integritas (PZI).
Studi tiru ini bertujuan untuk mempelajari tata kelola layanan pendidikan, program unggulan vokasi (life skill), serta keberhasilan MAN 2 Kulon Progo yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan kini sedang menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kunjungan rombongan dari Kemenag NTT. Menurutnya, silaturahmi ini menjadi sarana strategis untuk saling memperkuat kualitas pendidikan Islam di Indonesia.
“Kami merasa sangat terhormat dan menyampaikan selamat datang kepada Bapak Kakanwil Kemenag NTT, Bapak Fransiskus Kariyanto, beserta seluruh jajaran Kepala Madrasah dan pejabat Kemenag NTT di MAN 2 Kulon Progo. Kunjungan lintas provinsi ini menjadi bukti bahwa semangat untuk memajukan pendidikan madrasah tidak terbatas oleh jarak. Kami sangat terbuka untuk berbagi seluruh pengalaman, baik dalam pengelolaan program keterampilan vokasi maupun perjuangan kami membangun Zona Integritas. Semoga pertemuan ini membawa keberkahan dan menginspirasi kemajuan madrasah di NTT maupun di DI Yogyakarta.” Tutur H. Riza Faozi.

Salah satu peserta rombongan, Kepala MAN Nagekeo NTT, Vera Kartina, S.Pd., menyampaikan kesan mendalam serta rasa kagumnya setelah melihat secara langsung lingkungan dan fasilitas pembelajaran di MAN 2 Kulon Progo.
“Kesan kami sangat luar biasa. MAN 2 Kulon Progo adalah madrasah berprestasi tinggi yang tidak hanya sukses meraih predikat WBK, tetapi juga memiliki program vokasi luar biasa yang sangat dibutuhkan siswa untuk mengasah minat, bakat, serta membekali skill kehidupan (life skill) mereka. Kami berharap bisa mengadopsi berbagai best practices dari MAN 2 Kulon Progo, bahkan kami sangat berharap ke depan bisa menjalin kerja sama sebagai sister school. Kami harus banyak belajar dari MAN 2 Kulon Progo agar madrasah di NTT juga bisa maju bersama dan berdampak luas bagi masyarakat,” ungkap Vera Kartina.
Rangkaian agenda studi tiru diisi dengan peninjauan fasilitas pendidikan, khususnya gedung dan sarana prasarana program keterampilan (vokasi) yang menjadi keunggulan MAN 2 Kulon Progo. Tim dari NTT melihat kurikulum dan proses pembelajaran praktik serta produk-produk karya siswa. (gia)