Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Tim Adiwiyata MAN 2 Kulon Progo (Tamandaku) mengadakan rapat koordinasi strategis pada Kamis, 9 Desember 2026, bertempat di Ruang Manajemen Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu Kampus Pusat, Jalan Pahlawan Gotakan, Panjatan. Rapat ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas surat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY perihal pengusulan Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., Kepala Tata Usaha, Sudaryati, S.M., Pembina Tamandaku, Drs. Amir Ma’ruf, MA., serta segenap pengurus Tamandaku.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen madrasah dalam menghadapi penilaian ini. Riza Faozi menegaskan bahwa surat dari DLHK DIY ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi madrasah untuk terus meningkatkan standar budaya lingkungan. Ia meminta seluruh tim untuk bekerja dengan presisi, melengkapi seluruh dokumen administrasi sesuai kriteria, serta memastikan data diunggah ke aplikasi SIDIA tepat waktu.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Tamandaku, Drs. Amir Ma’ruf, MA., memberikan arahan teknis terkait persiapan. Beliau menyatakan bahwa tim harus melakukan inventarisasi ulang terhadap bukti fisik pemenuhan kriteria untuk level nasional maupun mandiri. Fokus utama tidak hanya terbatas pada administrasi, tetapi bagaimana perilaku ramah lingkungan benar-benar terinternalisasi dalam keseharian civitas akademika MAN 2 Kulon Progo.
Rapat koordinasi tersebut merumuskan langkah-langkah konkret sebagai tindak lanjut. Tim sepakat untuk melakukan pembagian tugas spesifik bagi pengurus Tamandaku dalam menyiapkan dokumen administrasi dan bukti fisik pemenuhan kriteria CSAM. Selain itu, diputuskan untuk mengoptimalkan pengumpulan data melalui sistem digital guna mempermudah proses unggah ke aplikasi SIDIA. Terakhir, tim menyusun target penyelesaian berkas internal lebih awal sebelum batas waktu yang ditentukan oleh DLHK DIY agar tersedia waktu yang cukup untuk verifikasi akhir.
Rapat diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga semangat gotong royong agar MAN 2 Kulon Progo dapat meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, sekaligus terus mempertahankan gelar sebagai madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan. (gia)