Sleman (Humas MAN 2 Kulon Progo). Kegiatan Jelajah Alam dalam rangka Perkemahan Bakti Karya (Perbhara) 2026 MAN 2 Kulon Progo memberikan pengalaman berkesan bagi para peserta. Menempuh perjalanan sejauh kurang lebih lima kilometer di kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Gugur Gunung Seyegan, Sleman, para peserta diuji ketangguhan fisik sekaligus kekompakan tim, Rabu (22/4/2026).
“Perjalanan cukup menantang, tetapi adik-adik tetap semangat menyelesaikan setiap game. Meski ada beberapa yang harus diantar kembali ke buper karena kelelahan, mereka tetap menunjukkan semangat luar biasa,” ungkap Lulu Indraswari, Dewan Ambalan selaku penanggung jawab kegiatan Jelajah Alam.
Kegiatan Giat Prestasi ini melibatkan seluruh anggota sangga. Melalui aktivitas tersebut, peserta diharapkan mampu membangun kerja sama yang solid serta menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.Pelaksanaan Jelajah Alam dibagi ke dalam beberapa pos. Setiap sangga bergerak secara berurutan dari satu pos ke pos berikutnya dengan menyelesaikan tantangan yang telah disiapkan.
Beragam tantangan menarik disuguhkan di setiap pos. Pada pos pertama, peserta menghadapi soal rebutan. Pos kedua berisi soal esai yang harus dijawab secara tertulis, kemudian dikumpulkan di pos ketiga. Di pos ini, peserta diuji ketajaman indera penglihatan melalui pengenalan potongan gambar. Selanjutnya, pada pos keempat, indera penciuman peserta diuji dengan menebak berbagai bahan rempah dalam kondisi mata tertutup.
Sementara itu, pos terakhir menjadi puncak tantangan berupa perebutan “harta karun” yang hanya diperuntukkan bagi 10 sangga tercepat. Harta karun tersebut berupa pertanyaan yang harus dijawab sesuai petunjuk dan kriteria tertentu, meliputi materi sejarah dan teknik kepramukaan, sejarah Kulon Progo, kebudayaan, hingga makanan tradisional daerah.
Sepuluh sangga tercepat yang mencapai pos terakhir otomatis masuk dalam kategori sangga terbaik pada Giat Prestasi Jelajah Alam. Mereka berkesempatan memperoleh poin tambahan apabila berhasil menjawab tantangan harta karun, sementara bagi yang belum berhasil tetap mendapatkan poin sebagai sangga tercepat. (ast)