Sleman (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Suasana Lapangan Utama Bumi Perkemahan Gugur Gunung, Seyegan, Sleman tampak berbeda pada Senin (20/4/2026). Puluhan siswa yang tergabung dalam berbagai sangga tampak sibuk dengan tongkat dan tali di tangan mereka. Hari itu, MAN 2 Kulon Progo menggelar Giat Prestasi Pionering sebagai salah satu menu utama dalam rangkaian Perkemahan Bhakti Pramuka (Perbhara) 2026.
Pionering bukan sekadar materi pelengkap dalam kepramukaan. Kegiatan ini dirancang untuk mengajarkan keterampilan praktis yang aplikatif, mulai dari ketangkasan tangan hingga kemampuan berpikir logis. Lebih jauh, pionering menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kerja sama tim dan membangun karakter anggota pramuka yang tangguh, terutama saat menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat.
Salah satu peserta dari Sangga Perintis 1, Wilda Khalifatun Sabila (kelas XB), berbagi kesan mendalamnya setelah berjibaku dengan simpul-simpul rumit selama dua jam penuh. “Membuat pionering itu bukan cuma soal mengikat kayu, tapi latihan mental. Kami belajar bagaimana cara menurunkan ego demi kesepakatan bersama, melatih cara berpikir kritis, dan mencari solusi cepat saat menemukan kesulitan pada simpul atau bentuk bangunan yang tidak stabil,” ungkap Wilda dengan penuh semangat.
Dalam kompetisi ini, setiap sangga ditantang untuk menunjukkan kreativitas terbaiknya. Secara teknis, Giat Prestasi Pionering ini diikuti oleh 3 perwakilan dari masing-masing sangga. Peserta diberikan kebebasan penuh dalam menentukan bentuk bangunan, asalkan memenuhi standar minimal 5 tongkat dan tali pramuka yang disediakan secara mandiri oleh peserta. Dengan durasi waktu hanya 2 jam, setiap detik menjadi sangat berharga untuk membuktikan ketangkasan dan kekompakan tim.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, namun juga menjadi bekal nyata bagi siswa MAN 2 Kulon Progo agar siap terjun sebagai relawan yang cekatan di masa depan. (ast)