Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kulon Progo terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju birokrasi yang bersih dan melayani. Berdasarkan Laporan Hasil Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) periode Triwulan I (Januari-Maret) 2026, madrasah ini berhasil meraih nilai indeks yang membanggakan.
Dari hasil pengolahan data terhadap 45 responden pengguna layanan, MAN 2 Kulon Progo memperoleh Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) sebesar 3,99 dari skala maksimal 4,00. Skor ini menempatkan kualitas pelayanan madrasah dalam Kategori A atau “Sangat Baik”.
Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., mengesahkan laporan tersebut pada Senin, 6 April 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa seluruh elemen di MAN 2 Kulon Progo menjunjung tinggi nilai-nilai integritas serta bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Survei yang dilakukan secara online melalui tautan resmi Sekretariat Jenderal Kementerian Agama ini mencakup lima ruang lingkup utama pelayanan:
- Diskriminasi Pelayanan: Memastikan tidak ada perlakuan khusus berdasarkan suku, agama, atau kekerabatan.
- Kecurangan Pelayanan: Memastikan layanan sesuai prosedur tanpa penyerobotan antrean.
- Penerimaan Imbalan: Menjamin tidak ada petugas yang meminta atau menerima uang/barang/fasilitas.
- Pungutan Liar (Pungli): Memastikan tidak ada pembayaran di luar tarif resmi.
- Percaloan: Menjamin tidak adanya praktik perantara dalam pelayanan.
Hasilnya, seluruh aspek tersebut mendapatkan rerata nilai 3,99, yang menunjukkan kepuasan tinggi masyarakat terhadap transparansi di lingkungan madrasah.
Ketua Tim Survei, Dwi Rina Yunianti, S.Si., menjelaskan bahwa keberhasilan ini didukung oleh berbagai inovasi, di antaranya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, pelatihan pelayanan prima, hingga sosialisasi gerakan anti-gratifikasi secara masif kepada masyarakat.
“Kami juga menyediakan media pengaduan sebagai langkah antisipasi agar setiap kekurangan pelayanan dapat segera ditindaklanjuti,” ungkap laporan tersebut.
Survei kali ini diikuti oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Mayoritas responden berusia antara 40-49 tahun (60%) dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah lulusan S1 (42,2%). Berdasarkan jenis kelamin, 77,8% responden adalah perempuan.
Masyarakat dapat mengakses hasil pelaksanaan survei mandiri ini secara transparan melalui laman resmi madrasah di https://man2kulonprogo.sch.id/survey-mandaku/. (gia)