Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Dua guru MAN 2 Kulon Progo, Eni Tutut Supangati, S.Pd., dan Eni Prasetyowati, S.Pd.T., tampil mewakili Tim Penggerak PKK Kabupaten Kulon Progo dalam ajang Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY bekerja sama dengan TP PKK DIY ini berlangsung pada Rabu (2/9/2026) di Halaman Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Jl. Sagan III/4, Kota Yogyakarta.
Acara tersebut digelar dalam rangka mempromosikan olahan ikan untuk menu sehari-hari sekaligus meningkatkan angka konsumsi ikan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kompetisi ini, “Duo Eni” menyajikan berbagai inovasi olahan pangan berbasis ikan yang menggugah selera, di antaranya Pinggul Patin (Pindang Gulung Patin) untuk kategori menu keluarga, variasi kudapan berbasis patin, serta Krola (Kroket Nila).
Eni Prasetyowati mengungkapkan bahwa keikutsertaan mereka bukan sekadar untuk berkompetisi, melainkan juga bagian dari edukasi gizi bagi masyarakat dan generasi muda.
“Kami berharap melalui kreasi olahan ikan yang menarik dan lezat ini, ikan bisa semakin disukai oleh anak-anak dan para siswa di sekolah. Olahan seperti kroket atau gulungan ikan ini dirancang agar anak-anak tidak bosan dan lebih bersemangat mengonsumsi makanan bergizi tinggi,” ujar Eni Tutut di sela-sela kegiatan.
Keikutsertaan dua pendidik tersebut mendapat apresiasi dari Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I. Ia menyampaikan rasa bangga atas kontribusi aktif para guru yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi daerah.
“Kami sangat bangga dan mendukung penuh Duo Eni yang dipercaya mewakili PKK Kabupaten Kulon Progo di tingkat provinsi. Ini membuktikan bahwa pendidik MAN 2 Kulon Progo memiliki kreativitas dan keahlian yang luas. Semoga keterlibatan ini membawa hasil terbaik dan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi serta mengampanyekan pola hidup sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat,” tutur Riza Faozi.
Melalui ajang ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi ikan semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran tenaga pendidik dalam mendukung program-program pemerintah daerah. (gia)