Kulon Progo (humas MAN 2 Kulon Progo) – Suasana Ruang Kelas Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo di Jalan Pahlawan, Gotakan, Panjatan tampak berbeda pada Jumat pagi (28/8/2026). Ratusan siswa kelas X berkumpul dengan tenang untuk mengikuti rangkaian tes psikologi penggalian potensi individu. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama strategis antara MAN 2 Kulon Progo dengan Lembaga Psikologi Bina Asih.

Langkah ini diambil madrasah sebagai bentuk komitmen dalam mengenali dan mengarahkan potensi para peserta didik baru. Melalui tes tersebut, aspek kecerdasan, minat, bakat, hingga gaya belajar siswa dipetakan secara mendalam. Hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi navigasi utama bagi siswa—baik dalam menjalani proses belajar selama di MAN 2 Kulon Progo, maupun saat menentukan arah pendidikan tinggi dan karier setelah lulus kelak.

Di sela-sela pemantauan kegiatan, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Kurnia Panca Dewi, S.Pd., M.Si., menjelaskan pentingnya asesmen psikologis ini bagi keberlangsungan proses pembelajaran di madrasah.
“Melalui tes psikologi ini, kami tidak hanya melihat angka, tetapi mendapatkan pemetaan objektif mengenai bakat dan cara belajar setiap anak. Data ini menjadi pegangan penting bagi guru mata pelajaran dan tim Bimbingan Konseling (BK) untuk merancang metode mengajar yang pas. Jadi, pendampingan yang kami berikan benar-benar sesuai dengan potensi dan cita-cita yang ingin dicapai siswa,” tutur Kurnia dengan optimistis.

Program ini juga mendapat apresiasi penuh dari jajaran pimpinan madrasah. Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., menegaskan bahwa pendataan potensi sejak awal masuk merupakan investasi penting bagi masa depan peserta didik.
“Setiap anak lahir dengan keunikan dan kelebihannya masing-masing. Melalui kolaborasi dengan Lembaga Psikologi Bina Asih ini, madrasah ingin membantu mereka menemukan ‘versi terbaik’ dari diri mereka sendiri. Harapan kami, siswa kelas X bisa lebih percaya diri mengejar impian mereka, karena sejak awal mereka sudah tahu ke mana arah yang paling tepat untuk dituju,” ungkap Riza di akhir kegiatan.

Pelaksanaan tes psikologi ini membawa banyak dampak positif. Bagi siswa, kegiatan ini menjadi wahana untuk memahami kekuatan diri serta gaya belajar yang paling efektif—apakah visual, auditori, atau kinestetik. Sementara bagi madrasah, ketersediaan data psikologis yang akurat memudahkan penataan pembimbingan prestasi, pengembangan ekstrakurikuler, hingga strategi pendampingan masuk perguruan tinggi yang lebih terarah. (gia)