Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Kebahagiaan dan rasa bangga kembali menyelimuti civitas akademika MAN 2 Kulon Progo. Salah satu siswi terbaiknya, Haifa Maliha Latifah, dinyatakan resmi diterima sebagai mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Haifa berhasil meloloskan diri pada jenjang S1 Program Studi Ilmu Komunikasi melalui jalur seleksi mandiri.
Pengumuman kelulusan tersebut dirilis secara resmi melalui laman sistem seleksi masuk universitas https://pengumuman.admisi.unsoed.ac.id/pengumuman. Keberhasilan ini menambah daftar panjang siswa-siswi MAN 2 Kulon Progo yang sukses menembus perguruan tinggi negeri (PTN) favorit di Indonesia pada tahun akademik ini.
Mendengar kabar gembira tersebut, Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., langsung memberikan ucapan selamat yang mendalam kepada Haifa dan pihak keluarga. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan oleh Haifa selama menempuh pendidikan di madrasah.
“Keluarga besar MAN 2 Kulon Progo mengucapkan selamat dan sukses yang setinggi-tingginya kepada ananda Haifa Maliha Latifah atas diterimanya di S1 Ilmu Komunikasi Unsoed Purwokerto. Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan sangat membanggakan bagi kita semua,” ungkap H. Riza Faozi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 19 Juni 2026.
Beliau juga menitipkan harapan besar agar prestasi ini menjadi batu pijakan bagi Haifa untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi di dunia perkuliahan. “Program studi Ilmu Komunikasi merupakan bidang yang sangat dinamis dan strategis di era digital saat ini. Kami berharap ananda Haifa dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga nama baik almamater madrasah, serta kelak ilmunya dapat membawa kemaslahatan yang luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Pihak madrasah juga berharap agar keberhasilan Haifa Maliha Latifah lolos melalui jalur mandiri ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh siswa MAN 2 Kulon Progo, khususnya adik-adik kelas yang sedang mempersiapkan diri. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan ikhtiar yang maksimal, pendampingan guru yang intensif, serta doa yang tiada putus, pintu gerbang menuju perguruan tinggi impian akan selalu terbuka lebar. (rsd/gia)