Gunungkidul (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Dalam upaya memperluas wawasan hukum dan membangun karakter generasi muda yang sadar hukum, MAN 2 Kulon Progo mengirimkan delegasinya untuk mengikuti kegiatan Study Visit Institusional ke lembaga penegak hukum pada Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (DPD IPHI) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Delegasi dari MAN 2 Kulon Progo terdiri dari 5 (lima) orang guru paralegal dan 10 (sepuluh) orang siswa yang tergabung dalam kader Remaja Paham Hukum. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, para peserta berkesempatan menyambangi beberapa instansi penegak hukum di wilayah Gunungkidul, antara lain Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Pengadilan Negeri Wonosari, dan Pengadilan Agama Wonosari.

Kegiatan Study Visit ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman secara langsung kepada para guru dan pelajar mengenai tugas, fungsi, serta mekanisme kerja nyata dari lembaga penegak hukum. Melalui pengamatan lapangan ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan budaya hukum yang kuat di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan madrasah.
Keterlibatan aktif MAN 2 Kulon Progo dalam agenda ini juga dinilai sangat relevan dengan komitmen madrasah yang tengah gencar mengimplementasikan program Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Keikutsertaan delegasi madrasah ini mendapat dukungan penuh dan apresiasi dari tim penggerak internal madrasah.
Drs. Amir Ma’ruf, MA., Ketua Pembangunan Zona Integritas MAN 2 Kulon Progo menyatakan, “Kami sangat menyambut baik dan bersyukur atas undangan serta kesempatan yang diberikan oleh DPD IPHI 1987 DIY kepada MAN 2 Kulon Progo. Keikutsertaan 5 guru dan 10 siswa kami dalam Study Visit ke lembaga peradilan hari ini memiliki korelasi yang sangat kuat dengan semangat Pembangunan Zona Integritas yang sedang kita gaungkan di madrasah.

Bagi para guru, ini adalah penguatan kapasitas paralegal dalam mengedukasi civitas akademika. Sedangkan bagi siswa-siswi, melihat langsung proses penegakan hukum akan menanamkan nilai-nilai keadilan, transparansi, dan akuntabilitas sejak dini. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan patuh hukum. Pengalaman langsung di Kejaksaan dan Pengadilan ini akan menjadi fondasi penting bagi mereka untuk menjadi agen perubahan (Agent of Change) dalam menyebarkan virus integritas dan kesadaran hukum di madrasah maupun masyarakat luas.”
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kulon Progo berharap sinergi dengan lembaga hukum dan asosiasi profesi seperti IPHI 1987 dapat terus berlanjut demi melahirkan ekosistem pendidikan yang bersih, berintegritas, dan sadar hukum. (Humas/Red)