Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Di tengah geliat literasi yang terus bertumbuh di lingkungan madrasah, sebuah kabar membanggakan datang dari MAN 2 Kulon Progo. Karya tulis ilmiah hasil kolaborasi antara siswa dan guru dari madrasah tersebut resmi mendapatkan tempat di Jurnal Ilmiah SARASVATI yang terakreditasi Sinta 4, sebuah publikasi akademik bergengsi pada Vol. 7, No. 2, Desember 2025. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat meneliti di tingkat siswa madrasah mampu menembus standar akademis nasional.
Penelitian yang membedah novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori ini digawangi oleh Laily Najmi Zahiroh dan Aulia Latif, di bawah bimbingan penuh Ikhwan Nur Rois, M.Pd.. Mereka tidak sekadar mengulas alur cerita, melainkan melakukan bedah mendalam terhadap gaya bahasa emotif dan deskriptif yang digunakan penulis novel. Melalui pendekatan stilistika dan psikologi sastra, tim peneliti mencoba memotret bagaimana bahasa menjadi instrumen untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat mengenai peristiwa penculikan aktivis pada 1997-1998.
Ikhwan Nur Rois, selaku guru pembimbing, menjelaskan bahwa fokus utama penelitian ini adalah memahami bagaimana sastra bekerja melampaui sekadar teks. Menurutnya, melalui riset ini, mereka ingin menunjukkan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi instrumen estetis yang mampu menghidupkan kembali memori kolektif bangsa. Penggunaan gaya bahasa emotif dalam novel tersebut terbukti sangat efektif untuk menggambarkan trauma, penderitaan, hingga keberanian tokoh-tokohnya, sehingga pembaca tidak hanya membaca cerita, tetapi juga merasakan beban sejarah yang sedang diangkat.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perpaduan antara gaya bahasa emotif dan deskriptif—yang memanfaatkan citraan visual, auditif, hingga kinestetik—telah menjadikan narasi novel tersebut sangat imersif. Hal inilah yang kemudian menjadikan karya Leila S. Chudori bukan hanya sebuah fiksi, melainkan media kritik sosial yang kuat sekaligus pengingat atas peristiwa sejarah kelam Indonesia sebelum era Reformasi.
Keberhasilan publikasi ilmiah ini pun disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag, M.S.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para siswanya. Beliau menuturkan bahwa prestasi akademik ini adalah bukti bahwa siswa madrasah memiliki kapasitas untuk menghasilkan karya riset ilmiah yang diakui secara nasional. Baginya, pencapaian ini merupakan perwujudan dari semangat literasi dan riset yang terus dipupuk di lingkungan MAN 2 Kulon Progo, guna mendukung lahirnya generasi emas Indonesia yang kritis dan peka terhadap realitas sosial di masa depan.
Kini, dengan terbitnya penelitian tersebut di Jurnal Ilmiah SARASVATI, MAN 2 Kulon Progo semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam aspek religi, tetapi juga tajam dalam aspek literasi dan kajian keilmuan ilmiah. (gia)