Minggu, 25 Januari 2026

Wamenag RI Romo Muhammad Syafi’i Tinjau PHTC Revitalisasi Sarana Prasarana MAN 2 Kulon Progo

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) — Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa pembangunan dan revitalisasi madrasah merupakan bagian dari ikhtiar strategis negara dalam menyiapkan generasi masa depan yang berakhlak, berkarakter, dan berkualitas. Hal tersebut disampaikan Wamenag saat meninjau Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Sarana dan Prasarana MAN 2 Kulon Progo, Minggu, 4 Januari 2026.

Wamenag menyampaikan rasa syukur atas rampungnya PHTC Revitalisasi Sarana dan Prasarana MAN 2 Kulon Progo yang kini siap dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan. Ia menekankan bahwa perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terhadap dunia pendidikan sangat besar, mulai dari pembangunan dan revitalisasi sekolah serta madrasah, peningkatan kesejahteraan guru, hingga pemenuhan gizi peserta didik.

“Bagaimana masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana kita mendidik generasi hari ini. Dari madrasah dan sekolah inilah diharapkan lahir para pemimpin masa depan yang lebih berakhlak, lebih berkarakter, dan lebih berkualitas,” tegas Wamenag. Ia juga menghimbau seluruh sivitas akademika MAN 2 Kulon Progo untuk terus menjaga dan meningkatkan prestasi serta capaian yang telah diraih.

Pada kesempatan tersebut, Wamenag turut mengapresiasi MAN 2 Kulon Progo yang telah meraih predikat Satuan Kerja Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan tengah menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta masuk dalam 45 Top Satuan Kerja dengan Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan RB.

Kunjungan Wamenag didampingi Ibu Maya Suhasni Siregar, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Dr. Ahmad Bahiej dan Ibu Dr. Hj. Ening Herniti Bahiej, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, serta dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang diwakili Asisten Daerah I, jajaran Kementerian Agama, dan civitas akademika MAN 2 Kulon Progo.

Rombongan disambut dengan tari penyambutan Nawung Sekar oleh siswa MAN 2 Kulon Progo serta pengalungan syal ecoprint karya siswa program keterampilan tata busana sebagai simbol penghormatan dan kearifan lokal. Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai penanda dimulainya rangkaian acara.

Dalam kesempatan yang sama, jajaran Kementerian Agama DIY dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyampaikan apresiasi atas penguatan MAN 2 Kulon Progo melalui PHTC. Madrasah dinilai tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik, tetapi juga vokasional dan keterampilan, termasuk penguatan MAN 2 Kulon Progo serta pengembangan MAKN Kulon Progo sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Rangkaian acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng, penandatanganan testimoni, serta penyerahan proposal pengembangan kelembagaan, yakni penguatan MAN 2 Kulon Progo pada program keterampilan dan pengembangan MAKN Kulon Progo. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan madrasah berbasis vokasi dan keterampilan, sekaligus memperluas akses layanan pendidikan keagamaan yang berkualitas di Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung ruang PHTC serta hasil revitalisasi ruang kelas baru. Wamenag juga memborong kain ecoprint karya siswa Program Keterampilan Tata Busana yang dipamerkan saat acara sebagai oleh-oleh. (gia)

Bagikan pada...

Lihat juga

Siti Malichah dan Radeevulla Hafiz Terbaik Dalam Apresiasi Tahfiz MAN 2 Kulon Progo

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Siti Malichah dan Radeevulla Abdur Rahman menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *