Minggu, 29 Januari 2023

Aladin Nur, Penceramah Pengajian Keluarga Besar MAN 2 Kulon Progo #3

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo-Mandaku) . MAN 2 Kulon Progo kembali menyelenggarakan pengajian triwulanan Keluarga Besar Guru dan Pegawai, Ahad (4/12/2022). Kali ini menghadirkan  penceramah Drs. H. Imam Aladin Nur, pengawas RA dan MI, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo. Pengajian diselenggarakan di rumah salah satu guru MAN 2 Kulon Progo, Drs. H. Suyasman, M.A. di Tlogolelo Hargomulyo Kokap dan dihadiri guru dan pegawai bersama suami atau istri dan putra-putri mereka.

Menurut Imam Aladin Nur pekerjaan yang paling mulia dan mendapatkan pahala yang besar adalah guru. Guru memberikan dan menyedekahkan segalanya saat mengajar, mengajarkan ilmu yang bermanfaat, yang bisa menjadikan siswa-siswinya anak-anak yang salih dan salihah. Oleh karena itu, guru akan mendapatkan pahala yang tidak ada putusnya. “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak salih yang mendoakan kepadanya,” ia mengutip hadis yang diriwayatkan Imam Muslim.

Selanjutnya ia memberikan tips agar hidup menjadi lebih bahagia dengan dua cara yaitu lisanun dzakirun dan qalbun syakirun. Lisanun dzakirun yaitu lisan atau perkataan yang selalu berdzikir, menyebut asma Allah dalam segala kegiatan. Ia mencontohkan bila guru akan mengajar ia setidaknya memulai dengan mengucapkan lafal basmalah ‘Bismillahirrahmanirrahim’. Hendaknya ini dimaknai, “Aku berniat mengajar dengan menyebut nama Allah.”

Qalbun syakirun yaitu mempunyai hati atau perasaan untuk selalu bersyukur atas pemberian segala sesuatu oleh Allah. “Hati yang selalu bersyukur, sabar terhadap segala sesuatu membuat suasa jiwa, raut wajah yang gembira dan bahagia,” lanjutnya. Rasa gembira dan bahagia ditunjukkan dengan senyum atau ketawa.

Menurut Imam Aladin Nur, orang melihat orang lain tersenyum atau tertawa mendapatkan kebahagiaan. Ia berharap dalam kehidupan berkeluarga, suasana bahagia, dapat dicapai dengan saling melempar senyum. “Senyum seorang istri pada saat suami berangkat kerja adalah energi yang sangat positif selama suami mengerjakan tugasnya. Maka lepas suami dengan senyum dan sambut kepulangan dengan senyum,” ia menggambarkan cara mendapatkan kehangatan dalam berkeluarga.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, Hartiningsih, M.Pd. tidak bisa hadir pada kesempatan tersebut karena sedang menjalani tugas dinas di Bogor, dan secara terpisah ia mengharapkan seluruh guru dan pegawai bisa menghadiri acara tersebut dengan membawa suami atau istri dan putra-putri mereka untuk menguatkan silaturahmi dan ukhuah. Hal yang hampir sama, disampaikan oleh Suyasman, saat memberikan sambutan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada keluarga besar guru dan pegawai MAN 2 Kulon Progo. Ia berharap pengajian tersebut menjadi wasilah penyambung silaturahmi dan mempererat persaudaraan keluarga MAN 2 Kulon Progo.

Berkenaan dengan isi pengajian, Uswatun Nurwidati, salah satu istri guru, merasa senang mengikuti pengajian ini karena ia bisa mengenal dan bersilaturahmi dengan teman sejawat suaminya. “Alhamdulillah, kami bisa mengenal teman-teman kerja suami saya, dan saya berharap terjalin ukhuwah di tempat kerja. Isi ceramah sangat menarik, tidak membosankan, walaupun isinya ringan tetapi sangat mengena. Semoga kami bisa mengikuti pengajian yang diselenggarakan pada waktu yang akan datang,” ia mengungkapkan pendapatnya dan harapannya. (giant/ast)

Bagikan pada...
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Beritahu tentang
guest

2 Comments
Terbaru
Terlama Suara Terbanyak
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Sugiyanta
Sugiyanta
1 bulan yang lalu

Semoga terjadi ukhuwah indah

Aning
Aning
1 bulan yang lalu

Semoga keberkahan selalu menyertai keluarga besar MANDAKU aamiin ya Rabb..🙏🙏🙏

2
0
Silakan berkomentar, kami akan sangat menyukai pemikiran Anda...x
()
x