Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Suasana riuh dan penuh semangat mewarnai Gedung Keterampilan Terpadu Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Gotakan, Panjatan, pada Rabu (16/09/2026). Para siswa program keterampilan tampak sibuk mengolah berbagai sajian kuliner dalam rangka mengikuti ujian prapraktik pertengahan semester pertama tahun ajaran 2026/2027.
Kegiatan ujian berbasis praktik langsung ini berlangsung serentak di dua laboratorium utama, yaitu Ruang Workshop Keterampilan Tataboga dan Ruang Workshop Keterampilan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

Di Ruang Workshop Keterampilan Tataboga, para siswa berfokus pada materi pastry & bakery. Berbekal resep buatan sendiri, para siswa dituntut menguasai alur pengolahan secara mandiri mulai dari persiapan bahan, teknik pemanggangan, hingga tata cara penyajian (plating). Adapun empat menu utama yang diujikan meliputi produk roti manis, produk bolu gulung, pastry, dan Bolen pisang
Guru Keterampilan Tataboga MAN 2 Kulon Progo, Eni Prasetyoningsih, S.Pd.T., menjelaskan bahwa ujian ini dirancang untuk mengukur tingkat kompetensi teknik pembuatan kue dan roti sekaligus melatih kesiapan kewirausahaan siswa.
“Tujuan utama ujian praktik ini adalah untuk menguji kedisiplinan, ketelitian teknik, dan kreativitas siswa dalam mengolah adonan pastry bakery secara mandiri. Manfaatnya sangat besar karena siswa tidak hanya paham teori, tetapi juga terlatih memecahkan masalah saat proses pemanggangan serta mampu menghadirkan nilai estetika dalam penyajian. Bentuk ujian ini kami susun layaknya standar industri kuliner agar para siswa siap menjadi wirausahawan muda yang kompetitif,” terang Eni Prasetyoningsih.

Sementara itu, suasana tak kalah dinamis terlihat di Ruang Workshop Keterampilan APHP. Para siswa APHP mempraktikkan proses pengolahan bahan pangan hasil pertanian dengan menekankan pada standar higienitas, konsistensi tekstur, serta efisiensi kerja. Pada sesi ujian kali ini, siswa memperagakan langsung teknik dough dividing (pembagian adonan) untuk roti toping sosis, dilanjutkan dengan pengolahan chiffon cake, hingga penyajian hidangan gurih seperti siomay secara matang dan estetik.

Guru Keterampilan APHP, Maranto, S.TP., menegaskan bahwa ujian praktik dari sisi APHP lebih memfokuskan pada penguasaan teknologi pengolahan pangan dan kontrol kualitas mutu produk.
“Melalui ujian ini, kami ingin memastikan siswa menguasai prinsip dasar pengolahan hasil pertanian, mulai dari formulasi adonan, teknik pembagian adonan yang presisi, hingga standar keamanan pangan produk jadi. Manfaatnya, siswa dilatih memiliki standar kerja industri yang terukur, efisien, dan konsisten secara rasa maupun tampilan. Penilaian meliputi seluruh tahapan proses dari awal hingga pengemasan akhir, sehingga siswa benar-benar memahami mata rantai produksi pangan secara utuh,” ungkap Maranto.
Seluruh hasil olahan produk dari Ruang Tataboga maupun APHP selanjutnya diuji panel oleh tim penilai guna mengukur standar rasa, tekstur, kebersihan, dan nilai jual produk sebelum direkapitulasi sebagai nilai capaian pertengahan semester. (gia)