Senin, 31 Agustus 2026

Tingkatkan Kualitas Literasi Al-Qur’an, MAN 2 Kulon Progo Gelar Asesmen dan Pemetaan Kemampuan Mengaji Siswa

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Dalam upaya melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan karakter Qur’ani, MAN 2 Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan Asesmen dan Pemetaan Kemampuan Baca Al-Qur’an bagi para siswanya. Program ini ditujukan secara menyeluruh untuk seluruh peserta didik, mulai dari kelas X, XI, hingga XII di Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo.

Pelaksanaan asesmen dilakukan secara bertahap. Bagi siswa kelas X, pemetaan kemampuan mengaji ini telah dilaksanakan pada awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027, tepatnya pada bulan Juli 2026 lalu, sesaat setelah rangkaian Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) usai. Langkah ini diambil sejak awal masuk agar profil dan tingkat kelancaran membaca Al-Qur’an setiap siswa baru dapat teridentifikasi sedini mungkin.

Sementara itu, bagi siswa kelas XI, asesmen lanjutan diselenggarakan pada Jumat (28/8/2026) bertempat di ruang kelas masing-masing. Pelaksanaan di ruang kelas ini memungkinkan pendampingan dan pengujian intensif oleh para penguji secara lebih personal.

Pemetaan kemampuan membaca Al-Qur’an di tingkat madrasah aliyah sangat krusial dilakukan karena beberapa alasan utama:

  1. Keberagaman Latar Belakang Siswa: Peserta didik yang masuk ke MAN 2 Kulon Progo berasal dari berbagai sekolah asal (SMP maupun MTs) dengan tingkat pembiasaan dan bimbingan Al-Qur’an yang berbeda-beda. Asesmen ini menjadi instrumen untuk menyetarakan serta mengukur kemampuan awal mereka secara obyektif.
  2. Dasar Pembelajaran Terintegrasi: Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar (sesuai kaidah tajwid) merupakan fondasi utama dalam mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan rumpun Keagamaan (Al-Qur’an Hadis, Fikih, Aqidah Akhlak).
  3. Penyusunan Program Intervensi Tepat Sasaran: Data hasil pemetaan digunakan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuannya (mulai dari tingkat dasar/Iqro, menengah, hingga mahir/tahsin), sehingga program pembinaan lanjutan yang diberikan dapat tepat sasaran dan efektif.

Koordinator Kegiatan Asesmen, Isnani Nurkhalimah, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bentuk pengujian, melainkan awal dari pembinaan berkelanjutan di madrasah.

“Asesmen dan pemetaan ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memetakan potensi sekaligus kendala siswa dalam membaca Al-Qur’an. Kita tidak ingin ada peserta didik yang lulus dari madrasah aliyah namun masih kesulitan membaca Kitab Suci-nya,” ujar Isnani.

Mengenai tindak lanjut dari hasil pemetaan ini, Isnani menegaskan bahwa madrasah telah menyiapkan skema pendampingan khusus bagi setiap tingkatan kelompok kemampuan.

“Tindak lanjut dari asesmen ini adalah pembinaan terstruktur. Bagi siswa yang masih memerlukan bimbingan dasar, kami akan memfasilitasi program bimbingan Iqro dan tartil intensif. Sedangkan bagi siswa yang sudah lancar dan memiliki bacaan yang baik, pembinaan akan diarahkan pada peningkatkan kualitas bacaan (tahsin), hafalan (tahfiz), serta pendalaman hukum-hukum tajwid. Dengan demikian, seluruh siswa kelas X, XI, hingga XII mendapatkan wadah pengembangan kemampuan Al-Qur’an yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya. (gia)

Bagikan pada...

Lihat juga

Tingkatkan Sinergi Publikasi, MAN 2 Kulon Progo Ikuti Kegiatan ‘Humas Avengers’ Kanwil Kemenag DIY

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Dalam upaya memperkuat koordinasi, sinergi, dan kualitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *