Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Model pendidikan keterampilan (vokasi) yang diterapkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kulon Progo menarik perhatian akademisi dan praktisi pendidikan Islam. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulon Progo, H. Muhamad Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., menjadikan efektivitas dan orientasi program vokasi madrasah tersebut sebagai objek penelitian ilmiahnya.
Hasil penelitian bertajuk “The Orientation of Vocational Education at State Islamic Senior High School (MAN) 2 Kulon Progo in Special Region of Yogyakarta” tersebut kini resmi terbit dan dimuat di Jurnal Sinta 2 (Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 15 No. 02, 2026). Penelitian ini disusun Muhamad Wahib Jamil bersama tim peneliti dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yaitu Prof. Dr. Abdul Munip, M.Ag. dan Dr. Zainal Arifin, M.S.I.
Bukan Sekadar Tuntutan Pasar dan Pasar Bebas
Dalam publikasinya di jurnal terakreditasi nasional tersebut, Wahib Jamil menyoroti tren pendidikan vokasi umum yang selama ini didominasi oleh pola link and match berbasis ideologi liberalisme atau neoliberalisme. Pola tersebut dinilai cenderung menempatkan peserta didik sebatas pemenuh kebutuhan pasar kerja dan kapitalisme semata.
Namun, temuan di lapangan menunjukkan hal berbeda pada MAN 2 Kulon Progo. Madrasah Aliyah Keterampilan ini berhasil membuktikan bahwa pendidikan vokasi dapat dijalankan tanpa meninggalkan ruh keislaman dan pembentukan karakter insan kamil.
“Arah pendidikan vokasi di madrasah tidak mutlak harus terseret pada dominasi kapitalisme atau sekadar permintaan pasar semata. Di MAN 2 Kulon Progo, nilai-nilai pendidikan humanis-religius dan internalisasi nilai Islam justru sangat dominan serta menjadi ruh dalam seluruh proses pembelajaran keterampilan,” ungkap Wahib Jamil dalam laporan penelitiannya.
Respon Kepala MAN 2 Kulon Progo: Vokasi Berbasis Karakter Akhlakul Karimah
Menanggapi hasil riset yang dimuat di jurnal bereputasi Sinta 2 tersebut, Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian dan kajian ilmiah yang dilakukan oleh Kepala Kemenag Kulon Progo bersama tim peneliti UIN Sunan Kalijaga. Menurutnya, temuan penelitian tersebut sangat akurat dan memotivasi seluruh civitas akademika madrasah untuk terus konsisten mengembangkan kurikulum vokasi berbasis karakter.
“Kami sangat bersyukur dan bangga keterampilan MAN 2 Kulon Progo dijadikan fokus penelitian oleh Kankemenag dan diterbitkan di Jurnal Sinta 2 Edukasi Islami. Sejak awal, komitmen kami memang melahirkan lulusan yang tidak hanya terampil dan siap kerja secara teknis, tetapi juga memiliki benteng akhlakul karimah. Keterampilan tanpa fondasi agama akan kehilangan arah humanisnya,” tegas Riza Faozi saat dimintai keterangan terpisah.
Riza Faozi menambahkan bahwa seluruh program keterampilan di MAN 2 Kulon Progo dirancang agar terintegrasi dengan pembiasaan ibadah, nilai kesederhanaan, serta jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) yang jujur dan bertanggung jawab.
Gambaran Pendidikan dan 5 Program Keterampilan Unggulan MAN 2 Kulon Progo
Sebagai madrasah aliyah berbasis vokasi yang telah mengelola program keterampilan sejak tahun 1999, MAN 2 Kulon Progo memadukan 75% porsi praktik dan 25% teori. Pembelajarannya diperkuat oleh inovasi unggulan MOTEFA (Modified Teaching Factory), yang membawa siswa merasakan ekosistem kerja industri langsung di lingkungan madrasah.
Saat ini, MAN 2 Kulon Progo mengelola 5 Kompetensi Keahlian Keterampilan unggulan:
- Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP): Menggembleng siswa dalam prapanen, pengolahan, hingga pengemasan produk pangan berbahan lokal.
- Tata Boga: Membekali teknik olahan kuliner Nusantara, Oriental, hingga Kontinental lengkap dengan manajemen bisnis restoran/kafe.
- Tata Busana: Mengajarkan seni desain tekstil, pemolaan, pembuatan busana, hingga strategi pemasaran lini fashion.
- Desain Komunikasi Visual (DKV): Memfokuskan pada desain grafis, fotografi, videografi, serta media digital interaktif.
- Teknik Audio Video (TAV / Elektronika): Mengasah keahlian perakitan, pemeliharaan perangkat elektronik, hingga audio-video terapan.
Model Integrasi-Interkoneksi Sebagai Solusi
Penelitian kualitatif dengan pendekatan goal-free evaluation tersebut mencatat bahwa integrasi antara keterampilan teknis dan nilai spiritual di MAN 2 Kulon Progo diwujudkan melalui model integrasi-interkoneksi. Para siswa tidak hanya dibekali dengan keahlian praktis yang siap pakai di dunia kerja, tetapi juga ditempa dengan benteng moral, etika kerja Islami, dan kesadaran humanistik.
Melalui pendataan dokumentasi, observasi, serta wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan di MAN 2 Kulon Progo, riset ini menyimpulkan bahwa implementasi program vokasi terpadu di madrasah tersebut berada pada kategori sangat baik.
Menjadi Trendsetter Pendidikan Vokasi Islam
Keberhasilan MAN 2 Kulon Progo memadukan keterampilan teknis dan penguatan karakter keagamaan diharapkan dapat menjadi trendsetter atau acuan bagi lembaga pendidikan vokasi lain di Indonesia.
Melalui publikasi riset di Jurnal Sinta 2 Edukasi Islami ini, Wahib Jamil mendorong para pembuat kebijakan (policymakers) di lingkungan Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan untuk menempatkan pendidikan nilai-nilai agama sebagai fondasi utama dalam perumusan kebijakan pendidikan kejuruan di masa depan. (gia)