Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – MAN 2 Kulon Progo menyelenggarakan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Ajaran 2025/2026 bagi seluruh siswa kelas X dan XI. Kegiatan berlangsung mulai Rabu (3/6/2026) hingga Senin (15/6/2026) di Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan, Panjatan.
ASAT merupakan salah satu bentuk evaluasi pembelajaran yang bertujuan mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik selama satu tahun pelajaran. Selain itu, asesmen ini menjadi dasar bagi madrasah untuk memetakan capaian belajar siswa sekaligus merancang program tindak lanjut guna meningkatkan kualitas pembelajaran pada tahun berikutnya.

Sebagian besar pelaksanaan ASAT tahun ini memanfaatkan platform Jogja Madrasah Digital (JMD). Penggunaan sistem digital tersebut sejalan dengan komitmen MAN 2 Kulon Progo dalam menggalakkan program zero paper waste, yaitu upaya mengurangi penggunaan kertas dan menekan limbah yang dihasilkan dari kegiatan administrasi maupun pembelajaran di lingkungan madrasah.
Meskipun demikian, beberapa mata pelajaran eksakta seperti Matematika, Fisika, dan Kimia tetap menggunakan sistem paper based test untuk soal-soal uraian. Kebijakan ini diambil karena karakteristik mata pelajaran tersebut membutuhkan proses perhitungan, penalaran, dan langkah penyelesaian yang harus ditunjukkan secara rinci oleh peserta didik.

Melalui soal uraian, guru dapat menilai tidak hanya ketepatan jawaban akhir, tetapi juga kemampuan berpikir logis, pemahaman konsep, ketelitian dalam proses perhitungan, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan langkah-langkah penyelesaian masalah. Dengan demikian, asesmen dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai penguasaan kompetensi peserta didik.
Saat ditemui di Ruang Panitia ASAT, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Panca Kurnia Dewi, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa pemanfaatan platform JMD telah memberikan banyak kemudahan dalam pelaksanaan asesmen sekaligus mendukung program madrasah ramah lingkungan.
“Sebagian besar mata pelajaran menggunakan platform Jogja Madrasah Digital karena lebih efisien, cepat, dan selaras dengan gerakan zero paper waste yang sedang kami galakkan. Melalui sistem digital, penggunaan kertas dapat ditekan secara signifikan tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan asesmen. Selain itu, proses pengelolaan soal dan hasil asesmen juga menjadi lebih efektif,” ungkap Panca.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penggunaan soal uraian berbasis kertas pada mata pelajaran eksakta diterapkan karena memiliki fungsi yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh sistem pilihan ganda atau asesmen digital.
“Pada mata pelajaran seperti Matematika, Fisika, dan Kimia, kami perlu melihat proses berpikir siswa dalam menyelesaikan persoalan. Melalui soal uraian, guru dapat menilai kemampuan analisis, logika, serta langkah-langkah penyelesaian yang dilakukan siswa. Oleh karena itu, penggunaan paper based test pada beberapa mata pelajaran masih diperlukan agar penilaian yang dilakukan lebih autentik dan mendalam,” tambahnya.

Panitia ASAT telah melakukan berbagai persiapan teknis guna memastikan pelaksanaan asesmen berjalan lancar, mulai dari pengecekan perangkat digital, kesiapan jaringan internet, hingga penyediaan ruang dan pengawas ujian. Seluruh siswa diharapkan dapat mengikuti asesmen dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Melalui pelaksanaan ASAT yang memadukan teknologi digital dan asesmen berbasis uraian, MAN 2 Kulon Progo berupaya menghadirkan sistem evaluasi yang efektif, akurat, sekaligus mendukung budaya madrasah yang ramah lingkungan dan berorientasi pada penguatan kompetensi peserta didik. (gia)