Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo). MAN 2 Kulon Progo menggelar rapat koordinasi persiapan kegiatan PERBHARA yang berlangsung di Ruang Teater Kampus 2 pada Kamis (2/4/2026). Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Panitia, Suratono, S.Ag., didampingi Waka Kesiswaan Dwi Rina Yunianti, S.Si. dan dihadiri oleh jajaran guru pembimbing serta siswa-siswi inti dari Dewan Ambalan (DA).
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Madrasah, H. Riza Faozi, S.Ag., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa PERBHARA bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi juga menjadi wahana strategis untuk membentuk karakter peserta didik. Selain itu, siswa diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan serta menunjukkan perilaku yang baik sebagai role model di lingkungan tempat berkemah.
“Melalui kegiatan PERBHARA ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Siswa harus mampu menjadi teladan, tidak hanya saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Riza.
Sementara itu Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Dwi Rina menyampaiakan bahwa pelaksanaan kegiatan PERBHARA direncanakan akan berlangsung pada tanggal 20 hingga 22 April mendatang. “Bertempat di Buper Gugur Gunung Seyegan Sleman, kami berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi fisik, mental, maupun perlengkapan, agar kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman yang berkesan,” ujarnya.
Rapat berlangsung dinamis dengan melibatkan partisipasi aktif dari Dewan Ambalan. Ketua Umum DA, Athfan Kamal Subekti dan Perwakilan dari Sie Acara Mutia Anung Muntama, keduanya dari kelas XIE, berkesempatan memaparkan rencana program kegiatan sekaligus menyampaikan hasil survei lokasi yang telah dilakukan bersama guru pembimbing.
Salah satu agenda yang cukup menyita perhatian adalah diskusi terkait penentuan plot lokasi tenda putra dan putri. Perdebatan antara Dewan Ambalan dan guru pendamping berlangsung cukup alot, mengingat pentingnya aspek kenyamanan dan keamanan peserta. Setelah melalui pertimbangan matang, forum akhirnya menyepakati penggunaan rencana alternatif (plan B), yaitu penempatan tenda putra dan putri di lapangan yang berbeda.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan laporan dari masing-masing seksi (sie) kegiatan yang memaparkan kesiapan teknis sesuai bidangnya. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan PERBHARA dapat berjalan lancar, tertib, serta mampu memberikan pengalaman bermakna bagi seluruh peserta. (ast)