Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh siswa MAN 2 Kulon Progo di kancah nasional. Adzkiya Shobirotun Nisa resmi dinyatakan lolos seleksi masuk Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Polkesyo) pada Program Studi Keperawatan Gigi (Diploma/Sarjana Terapan) tahun akademik 2026/2027.
Informasi ini dikonfirmasi melalui pengumuman resmi di laman https://spmb.poltekkesjogja.ac.id tertanggal 10 Maret 2026. Adzkiya berhasil menyisihkan ribuan pendaftar lainnya melalui jalur Prestasi yang dikenal sangat kompetitif.
Darah medis nampaknya mengalir kuat di keluarga Adzkiya. Saat diwawancarai, ia mengungkapkan bahwa pilihan ke prodi Keperawatan Gigi dipengaruhi oleh lingkungan keluarga besarnya.
“Mengapa saya memilih jurusan keperawatan gigi? Karena dari keluarga banyak yang bekerja di kesehatan, khususnya bagian kesehatan gigi. Orang tua sangat bersyukur dan mendukung sepenuhnya saya diterima di Polkesyo,” ungkap Adzkiya dengan penuh rasa syukur.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran guru pembimbing di MAN 2 Kulon Progo. Adzkiya memberikan apresiasi khusus kepada Indaryati Rahayu, S.Pd (Guru BK) yang telah memfasilitasi proses pendaftarannya, serta Panzi Ahmad Ghozali, S.Pd., yang memberikan wawasan tentang prospek dunia kesehatan di masa depan.
Ia juga menitipkan pesan bagi rekan-rekan dan adik kelasnya untuk tetap semangat – tidak menyerah meraih cita-cita, terus belajar – pelajarilah apa pun karena kita tidak tahu nasib kita di masa depan, dan berdoa – selalu meminta yang terbaik kepada Tuhan.
Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., menyambut hangat kabar gembira ini. Beliau menekankan bahwa prestasi Adzkiya adalah bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara bakat siswa, dukungan orang tua, dan bimbingan madrasah yang terukur.
“Alhamdulillah, selamat untuk Ananda Adzkiya Shobirotun Nisa atas kelolosannya di prodi Keperawatan Gigi Polkesyo. Keberhasilan menembus jalur prestasi di kampus kesehatan bergengsi ini adalah kado indah bagi madrasah. Kami berharap Adzkiya dapat menjaga amanah ini dengan belajar sungguh-sungguh, serta menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya bahwa lulusan madrasah sangat mampu bersaing di pendidikan tinggi kesehatan yang prestisius,” tutur H. Riza Faozi. (gia)