Kamis, 12 Maret 2026

Hari Ke-4 Pesantren Ramadhan 1447 H, Siswa MAN 2 Kulon Progo Dalami Praktik Pemulasaraan Jenazah

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Mengasah kepedulian sosial dan pemahaman fikih ibadah, siswa-siswi MAN 2 Kulon Progo mengikuti kegiatan praktik pemulasaraan jenazah pada hari keempat rangkaian Pesantren Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT), Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan Panjatan, pada Kamis (05/03/2026).

Kegiatan yang dipandu langsung oleh jajaran guru pengampu mata pelajaran Fiqih ini bertujuan memberikan bekal keterampilan hidup (life skill) yang sangat krusial bagi siswa. Tidak hanya sekadar teori di kelas, para siswa diajak mempraktikkan langsung tata cara perawatan jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengafani, hingga menyalatkan.

Pemberian materi ini memiliki dimensi ganda. Bagi siswa, praktik ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan kewajiban fardhu kifayah serta melatih mental dalam menghadapi situasi duka. Sementara bagi masyarakat, keberadaan siswa yang terampil diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu proses perawatan jenazah di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

Salah satu pemateri, Umi Syarifah, S.Ag., menekankan pentingnya ketelitian dan adab dalam proses ini.

“Pemulasaraan jenazah adalah prosedur teknis dan bentuk penghormatan terakhir kepada sesama muslim. Kami ingin anak-anak memiliki keberanian dan kemantapan hati agar kelak saat dibutuhkan di tengah keluarga atau masyarakat, mereka tidak lagi canggung dan ragu karena sudah memiliki dasarnya,” jelasnya di sela-sela praktik.

Senada dengan hal tersebut, Cholid Zamroni, S.Pd.I., Ketua Panitia Pesantren Ramadhan 1447 MAN 2 Kulon Progo, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya madrasah mencetak generasi yang “ringan tangan” dalam urusan keumatan.

“Target kami adalah setiap lulusan MAN 2 Kulon Progo unggul secara akademik danjuga menjadi sosok yang solutif di masyarakat. Keterampilan perawatan jenazah ini adalah bukti nyata kehadiran siswa madrasah di tengah-tengah warga. Mereka harus siap menjadi garda terdepan dalam menjalankan kewajiban agama ini,” ungkap Cholid.

Kegiatan praktik ini diikuti dengan antusias oleh para siswa yang dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk simulasi. Melalui Pesantren Ramadhan 1447 H ini, MAN 2 Kulon Progo terus berkomitmen memperkuat karakter religius siswa sebagai bekal pengabdian di masa depan. (gia)

Bagikan pada...

Lihat juga

Inspirasi Alumni: Shiham Taqiyuddin Yahya Ajak Siswa MAN 2 Kulon Progo Bijak Berteknologi di Pesantren Ramadhan

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Aula Gedung Pembelajaran Terpadu (GPPT) MAN 2 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *