Kamis, 12 Maret 2026

Dalang Muda MAN 2 Kulon Progo Isi Kajian Ramadhan Gunakan Bahasa Jawa Krama Inggil

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Suasana khidmat menyelimuti Masjid An-Nur Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Panjatan, pada Selasa (24/2/2026). Usai melaksanakan shalat Dhuhur berjamaah, seluruh guru, pegawai, serta siswa kelas X dan XI tidak beranjak dari tempat duduknya untuk menyimak pengajian ba’da Dhuhur yang disampaikan oleh Alkienat Gayuh Lacikal Lajalu.

Sosok Alkienat Gayuh Lacikal Lajalu bukanlah nama asing di lingkungan madrasah maupun masyarakat sekitar. Siswa berbakat ini dikenal luas sebagai seorang dalang wayang kulit yang kerap mewakili kecamatannya dalam berbagai ajang kebudayaan. Namun kali ini, ia tidak memegang wayang, melainkan berdiri menyampaikan risalah agama dengan bahasa Jawa Krama Inggil yang sangat santun.

Dalam tausiyahnya, Gayuh menekankan pentingnya memaksimalkan ibadah sunah selama bulan suci Ramadhan. Ia merinci beberapa amalan yang dianjurkan, antara lain Shalat Tarawih sebagai penghidup malam Ramadhan, Tadarus Al-Qur’an untuk memahami petunjuk hidup, Sedekah dan Berbagi Ifthar (buka puasa) kepada sesame, Itikaf di masjid, terutama di sepuluh malam terakhir, dan Makan Sahur yang di dalamnya terdapat keberkahan.

Tak hanya soal ritual, Gayuh juga menyoroti pentingnya menjaga akhlak. Merujuk pada hadits Nabi SAW tentang hakikat puasa, ia menyampaikan pesan mendalam bagi para jamaah:

“Bapak saha Ibu Guru ingkang kinurmatan, sarta kanca-kanca ingkang kula tresnani. Boten wonten ginanipun tiyang nindakaken siyam menawi boten saged nilaraken pakarti awon kados dene goroh. Gusti Allah mboten mbetahaken tiyang ingkang nilaraken dhahar saha ngunjuk, nanging mboten saged nilaraken cariyos ingkang mboten leres.”

Aksi Gayuh dalam berdakwah menggunakan bahasa ibu yang halus ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Koordinator Kegiatan Keagamaan MAN 2 Kulon Progo, Dra. Hj. Siti Nur Muslimah, M.Pd., mengaku bangga atas perpaduan kecerdasan spiritual dan pelestarian budaya yang ditunjukkan oleh siswanya tersebut.

“Saya sangat bangga melihat Gayuh. Kapasitasnya sebagai dalang ternyata menjadikannya piawai dalam merangkai kata saat berdakwah. Apa yang dilakukan Gayuh hari ini adalah contoh nyata bahwa identitas budaya dan nilai-nilai religius bisa berjalan beriringan. Ia mampu menyampaikan pesan agama dengan sangat sejuk dan beradab,” tutur Dra. Hj. Siti Nur Muslimah. (gia)

Bagikan pada...

Lihat juga

Inspirasi Alumni: Shiham Taqiyuddin Yahya Ajak Siswa MAN 2 Kulon Progo Bijak Berteknologi di Pesantren Ramadhan

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Aula Gedung Pembelajaran Terpadu (GPPT) MAN 2 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *