Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – MAN 2 Kulon Progo kembali menjalankan Program Tarling (Keterampilan Keliling) sebagai wujud pengabdian madrasah kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Workshop Keterampilan Tata Boga dan Agribisnis dan Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Gedung Keterampilan Terpadu Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan, Panjatan, pada Senin, 9 Januari 2026.
Program Tarling merupakan salah satu program unggulan MAN 2 Kulon Progo yang bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan keterampilan kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana bagi peserta didik program keterampilan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di madrasah.
Pada kesempatan ini, sebanyak 30 santriwati Pondok Pesantren Al-Hidayah Temon, Kulon Progo, mengikuti pelatihan keterampilan yang dipandu langsung oleh para siswa program keterampilan MAN 2 Kulon Progo dengan pendampingan guru.
Di Ruang Workshop Keterampilan APHP, para siswa memberikan pelatihan pembuatan aneka olahan kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, kue semprit, dan kue kacang. Kegiatan ini didampingi oleh guru keterampilan APHP, H. Maryanto, S.TP., yang turut memberikan arahan teknis dan pendampingan selama proses praktik berlangsung.

Sementara itu, di Ruang Workshop Tata Boga, para santriwati mendapatkan pelatihan pembuatan berbagai minuman dan aneka olahan daging ayam seperti Kentucky Fried Chicken, Chicken Katsu, geprek. Kegiatan ini didampingi oleh guru keterampilan Tata Boga, Eni Prasetyowati, S.Pd.T., bersama para siswa yang berperan aktif sebagai instruktur pelatihan.
Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa Program Tarling merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program Tarling ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mengasah kompetensi peserta didik. Bagi madrasah, kegiatan ini memperkuat peran MAN 2 Kulon Progo sebagai pusat pengembangan keterampilan. Bagi siswa, ini menjadi media belajar langsung di masyarakat, sedangkan bagi masyarakat, kegiatan ini memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat dan aplikatif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Unit Produksi Program Keterampilan MAN 2 Kulon Progo, H. Imam Muttaqien, S.TP., menegaskan bahwa Program Tarling juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik dan produksi.
“Melalui Tarling, siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar berbagi ilmu, berkomunikasi, dan membangun kepercayaan diri. Ini selaras dengan tujuan program keterampilan agar lulusan MAN 2 Kulon Progo memiliki kompetensi vokasi dan jiwa kewirausahaan,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Para santriwati tampak aktif mengikuti setiap tahapan praktik dan menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang diberikan. Program Tarling diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara madrasah dan masyarakat dalam penguatan keterampilan vokasi. (gia)