Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Memasuki hari ketiga Latihan Kepemimpinan Dasar (LDK) MAN 2 Kulon Progo Tahun 2026, para peserta diajak mengikuti kegiatan outbound kepemimpinan yang dilaksanakan di Desa Wisata Pulesari, Pakem, Sleman, pada Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan outbound ini diikuti oleh 85 siswa peserta LDK yang merupakan perwakilan dari berbagai organisasi kesiswaan dan kegiatan ekstrakurikuler di MAN 2 Kulon Progo. Outbound menjadi puncak rangkaian LDK setelah dua hari sebelumnya peserta mendapatkan pembekalan materi kepemimpinan secara indoor.
Outbound kepemimpinan dirancang sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dengan tujuan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kekompakan, kerja sama tim, komunikasi efektif, keberanian mengambil keputusan, serta kepekaan sosial dan lingkungan.
Melalui berbagai permainan edukatif dan tantangan kelompok di alam terbuka, peserta dilatih untuk saling percaya, menghargai perbedaan, memimpin dan dipimpin, serta menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun ketangguhan mental, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah sebagai bekal berorganisasi.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., dalam sambutannya sebelum kegiatan outbound dimulai, menyampaikan bahwa pembelajaran kepemimpinan tidak cukup hanya melalui teori di dalam ruangan. “Hari ini kalian belajar kepemimpinan secara langsung melalui pengalaman. Di alam terbuka ini, kalian akan belajar tentang kerja sama, kejujuran, tanggung jawab, dan bagaimana menjadi pemimpin sekaligus anggota tim yang baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan outbound selaras dengan tema LDK tahun ini, yakni membangun pemimpin berintegritas, berjiwa entrepreneurship, dan berwawasan ekologi. “Lingkungan alam di Pulesari ini mengajarkan kita untuk bersahabat dengan alam. Seorang pemimpin madrasah harus memiliki kepedulian ekologi, mampu menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungannya, serta menjadikan nilai-nilai itu sebagai bagian dari karakter kepemimpinan,” tambahnya.

Lebih lanjut, H. Riza Faozi berharap pengalaman selama LDK, khususnya di hari ketiga ini, dapat membekas dan menjadi bekal nyata bagi para peserta dalam berorganisasi. “Jadikan setiap tantangan hari ini sebagai cermin kehidupan. Kelak, kalian akan menghadapi tantangan yang lebih besar, dan kepemimpinan yang kuat lahir dari proses, kebersamaan, dan ketulusan,” pesannya.
Ketua Panitia LDK MAN 2 Kulon Progo Tahun 2026, Siamri, S.Sn., menjelaskan bahwa outbound sengaja ditempatkan pada hari terakhir sebagai penguatan karakter dan praktik nilai-nilai kepemimpinan. “Outbound ini menjadi ruang aktualisasi dari materi yang telah diterima peserta selama dua hari sebelumnya. Di sini mereka belajar menerapkan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja tim secara nyata, bukan sekadar konsep,” jelasnya.
Menurut Siamri, Desa Wisata Pulesari dipilih karena memiliki karakter alam dan budaya yang mendukung pembelajaran kepemimpinan berbasis lingkungan. “Kami berharap peserta pulang tidak hanya membawa kesan menyenangkan, tetapi juga nilai-nilai kebersamaan, kepemimpinan inklusif, dan kepedulian terhadap lingkungan yang dapat diterapkan di organisasi masing-masing,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan outbound ini, rangkaian Latihan Kepemimpinan Dasar MAN 2 Kulon Progo Tahun 2026 resmi ditutup. Madrasah berharap para peserta mampu menjadi kader pemimpin muda yang berintegritas, tangguh, peduli lingkungan, serta siap menjadi agen perubahan di madrasah dan masyarakat. (gia)