Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Hari kedua pelaksanaan Latihan Kepemimpinan Dasar (LDK) MAN 2 Kulon Progo Tahun 2026 diisi dengan penguatan kapasitas organisasi melalui materi Kas dan Fundraising: Kemandirian Finansial Organisasi. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan, Panjatan, pada Rabu, 4 Februari 2026.
Materi disampaikan oleh Aprilia Dewantoro, S.Pd., praktisi kewirausahaan muda sekaligus owner PT Among Lare. Sesi ini diikuti oleh 85 siswa yaitu OSIMADA (OSIS MAN 2 Kulon Progo), Majelis Perwakilan Kelas (MPK), Literasi MAN 2 Kulon Progo, Tim Adiwiyata MAN 2 Kulon Progo (Tamandaku), Mandaku Islamic Youth (MIY), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta perwakilan ekstrakurikuler.

Dalam pemaparannya, Aprilia menekankan bahwa kemandirian finansial merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan dan profesionalisme organisasi siswa. Menurutnya, organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu mengelola kas secara transparan, efektif, dan produktif.
“Kas organisasi bukan sekadar tempat menyimpan uang, tetapi alat belajar kepemimpinan, kejujuran, dan tanggung jawab. Dari pengelolaan kas yang baik akan lahir organisasi yang mandiri dan dipercaya anggotanya,” jelasnya.
Aprilia juga memaparkan strategi fundraising kreatif yang relevan dengan dunia pelajar, mulai dari pemetaan potensi internal organisasi, penguatan kerja tim, hingga pemanfaatan peluang usaha sederhana yang bernilai edukatif. Ia menegaskan bahwa fundraising tidak selalu identik dengan meminta bantuan dana, tetapi dapat dikembangkan melalui kegiatan produktif.
“Fundraising adalah proses membangun nilai dan kepercayaan. Ketika organisasi memiliki ide, etika, dan sistem yang baik, dukungan akan datang dengan sendirinya,” ungkapnya.
Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya pencatatan keuangan yang rapi, laporan kas yang akuntabel, serta pemisahan yang jelas antara dana organisasi dan kepentingan pribadi. Nilai-nilai tersebut, menurut Aprilia, merupakan bagian dari pembentukan karakter pemimpin yang berintegritas dan berjiwa entrepreneurship.

Ketua Penyelenggara LDK MAN 2 Kulon Progo, Siamri, S.Sn., menyampaikan bahwa materi kemandirian finansial ini menjadi salah satu bekal penting bagi para calon pengurus organisasi siswa.
“Kami ingin para peserta tidak hanya semangat berorganisasi, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara mandiri, jujur, dan bertanggung jawab. Materi ini sangat relevan dengan tema LDK tahun ini,” ujar Siamri.
Ia menambahkan bahwa melalui LDK, peserta diarahkan untuk mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam program kerja nyata organisasi masing-masing.
“Harapannya, setelah LDK ini, organisasi siswa di MAN 2 Kulon Progo semakin profesional, mandiri secara finansial, dan mampu melahirkan program-program yang berdampak positif,” imbuhnya.
Hari kedua LDK MAN 2 Kulon Progo 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bertema “Membangun Pemimpin Berintegritas, Berjiwa Entrepreneurship, dan Berwawasan Ekologi”, yang dirancang untuk menyiapkan calon pemimpin muda madrasah yang tangguh, kreatif, dan bertanggung jawab. (gia)