Selasa, 3 Februari 2026

Kakan kemenag Kulon Progo Tekankan Kepemimpinan Inklusif dalam LDK MAN 2 Kulon Progo

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Materi Kepemimpinan Inklusif yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, H. M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., menjadi materi utama dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Dasar (LDK) MAN 2 Kulon Progo Tahun 2026 yang dibuka oleh Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., pada Selasa (3/2/2026).

Kegiatan LDK ini diikuti oleh 85 siswa perwakilan dari enam organisasi kesiswaan dan kegiatan ekstrakurikuler, yakni OSIMADA (OSIS MAN 2 Kulon Progo), Majelis Perwakilan Kelas (MPK), Literasi MAN 2 Kulon Progo, Tim Adiwiyata MAN 2 Kulon Progo (Tamandaku), Mandaku Islamic Youth (MIY), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta perwakilan ekstrakurikuler. LDK dilaksanakan selama tiga hari, 3–5 Januari 2026, dengan dua hari kegiatan indoor di Aula Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan Panjatan, dan satu hari kegiatan outdoor di Pulesari Camp and Outbound, Pakem, Sleman.

Dalam penyampaian materinya, Wahib Jamil menegaskan bahwa perbedaan adalah keniscayaan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. dan tidak seharusnya menjadi sumber konflik. Menurutnya, keragaman justru harus menjadi kekuatan dalam membangun kepemimpinan yang adil dan berkeadaban.

Ia menguatkan pesannya dengan mengutip firman Allah Swt. dalam QS. Al-Hujurat ayat 13. Menariknya, sebelum membacakan ayat tersebut, Wahib Jamil hanya mengawali dengan dua kata pertama dan meminta salah satu peserta untuk melanjutkannya. Salah satu peserta LDK berhasil melanjutkan bacaan ayat tersebut dengan lancar hingga beberapa ayat berikutnya, yang kemudian mendapat apresiasi dari peserta lainnya.

“Perbedaan dan keragaman yang ada di Indonesia bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk disandingkan. Dari situlah lahir kekuatan dan persatuan,” tegas Wahib Jamil.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kepemimpinan inklusif merupakan gaya kepemimpinan dan manajemen yang menjadikan penghargaan terhadap keragaman, kesetaraan, dan inklusi sebagai nilai dan tindakan utama.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menghargai perbedaan, menjunjung kesetaraan, dan mengakui kekhasan setiap individu. Kepemimpinan seperti inilah yang dibutuhkan di tengah masyarakat yang majemuk,” jelasnya.

Wahib Jamil juga menekankan bahwa kepemimpinan inklusif selaras dengan tema LDK MAN 2 Kulon Progo tahun ini, yaitu “Membangun Pemimpin Berintegritas, Berjiwa Entrepreneurship, dan Berwawasan Ekologi.” Menurutnya, integritas tanpa sikap inklusif akan rapuh, dan jiwa kepemimpinan tanpa penghargaan terhadap perbedaan berpotensi menimbulkan konflik.

Melalui materi Kepemimpinan Inklusif ini, para peserta LDK diharapkan mampu tumbuh menjadi pemimpin muda madrasah yang berintegritas, terbuka terhadap perbedaan, serta mampu menjadi agen perubahan yang mempersatukan di tengah keberagaman. (gia)

Bagikan pada...

Lihat juga

Kepala MAN 2 Kulon Progo Buka Latihan Kepemimpinan Dasar 2026, Siapkan Pemimpin Bertakwa dan Agen Perubahan

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *