Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Dalam upaya memberikan informasi yang transparan dan terbuka kepada masyarakat, MAN 2 Kulon Progo mengoptimalkan podcast sebagai salah satu media komunikasi dan publikasi madrasah. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., saat memberikan arahan kepada Tim Podcast MAN 2 Kulon Progo.
Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Tim Podcast MAN 2 Kulon Progo yang dilaksanakan di Ruang Manajemen Gedung Keterampilan Terpadu Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo pada Kamis, 29 Januari 2026. Rapat ini diikuti oleh para siswa kelas X dan XI Program Keterampilan Teknik Audio Video (TAV) bersama guru pengampu keterampilan TAV

Dalam arahannya, H. Riza Faozi menegaskan bahwa podcast tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana strategis penyampaian informasi, keterbukaan publik, serta media dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Podcast harus kita jadikan sebagai media untuk menyampaikan informasi madrasah secara terbuka dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Selain itu, podcast juga dapat menjadi sarana dakwah yang edukatif sekaligus memperkenalkan MAN 2 Kulon Progo sebagai madrasah yang unggul, kompetitif, dan berprestasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong optimalisasi konten podcast agar mampu menampilkan berbagai program unggulan madrasah, prestasi siswa dan guru, kegiatan pembelajaran, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter MAN 2 Kulon Progo.

Rapat tersebut juga membahas teknis pengelolaan podcast, mulai dari perencanaan tema, pembagian peran tim, hingga peningkatan kualitas produksi audio dan visual. Melalui keterlibatan aktif siswa program keterampilan TAV, podcast MAN 2 Kulon Progo diharapkan tidak hanya menjadi media publikasi, tetapi juga wadah pembelajaran praktik yang aplikatif dan kontekstual.
Dengan optimalisasi podcast sebagai media informasi dan keterbukaan publik, MAN 2 Kulon Progo berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang positif, informatif, dan inspiratif dengan masyarakat luas. (gia)