Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – MAN 2 Kulon Progo berencana mengadakan kegiatan bertajuk “Arabic–English Language Empowerment Program” sebagai upaya penguatan kompetensi bahasa asing peserta didik. Rencana kegiatan tersebut tercetus dalam rapat terbatas antara Kepala MAN 2 Kulon Progo dengan para guru pengampu mata pelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Rapat berlangsung di Kantor Kepala MAN 2 Kulon Progo, Gedung Keterampilan Terpadu Unit 2 MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan, Panjatan, pada Senin (26/1/2026).
Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembinaan siswa yang memiliki minat dan keunggulan di bidang bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi, memperluas wawasan kebahasaan dan budaya global, serta mempersiapkan siswa sebagai duta madrasah dalam berbagai lomba, kompetisi, dan kegiatan kebahasaan di tingkat regional hingga nasional.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memotivasi siswa agar menjadikan penguasaan bahasa asing sebagai bekal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan dan persaingan global.
Sebagai pembukaan rangkaian kegiatan, madrasah berencana mengundang dua native speaker, masing-masing penutur asli bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kehadiran native speaker tersebut direncanakan untuk memberikan motivasi, inspirasi, serta pengalaman langsung kepada para siswa agar berani berprestasi melalui dua bahasa asing yang paling banyak digunakan di dunia.
Kegiatan Arabic–English Language Empowerment Program ini direncanakan akan dilaksanakan pada minggu kedua Februari 2026, dengan sasaran utama siswa yang memiliki potensi dan ketertarikan kuat dalam bidang kebahasaan.
Salah satu guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris, Pujarsono, S.Pd., menyambut positif rencana pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sangat strategis dalam mendukung peningkatan prestasi siswa.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata madrasah dalam memfasilitasi siswa yang memiliki potensi bahasa. Dengan menghadirkan native speaker, siswa tidak hanya belajar bahasa secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman autentik yang dapat memotivasi mereka untuk mengikuti berbagai lomba dan kompetisi kebahasaan,” ungkap Pujarsono. (gia)