Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Bersamaan dengan pelaksanaan Pengajian Keluarga Guru dan Pegawai, MAN 2 Kulon Progo juga menggelar acara pelepasan pegawai purna bakti dan alih tugas sebagai bentuk penghormatan, apresiasi, serta ungkapan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Jatirejo, Botokan, Jatirejo, Lendah, pada Sabtu, 24 Januari 2026, dan diikuti oleh seluruh guru dan pegawai MAN 2 Kulon Progo beserta keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, MAN 2 Kulon Progo secara resmi melepas tiga pegawai, yaitu Sucipto yang memasuki masa purna bakti setelah menunaikan pengabdian selama bertahun-tahun, Sujono yang kini berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan mendapat alih tugas ke MIN 2 Kulon Progo, serta Setiyawan yang juga menjadi PPPK dan melanjutkan pengabdian di Kantor Urusan Agama (KUA) Lendah.
Acara pelepasan berlangsung dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan, menyatu dengan nuansa religius yang tercipta melalui pengajian keluarga. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana refleksi atas makna pengabdian, keikhlasan, dan kesinambungan amal dalam dunia pendidikan dan pelayanan umat.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada ketiga pegawai yang dilepas. Ia menegaskan bahwa dedikasi, loyalitas, dan keteladanan yang telah ditunjukkan selama bertugas menjadi bagian penting dari perjalanan dan kemajuan MAN 2 Kulon Progo.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar MAN 2 Kulon Progo, kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak Sucipto atas pengabdian panjang yang telah diberikan hingga memasuki masa purna bakti. Kepada Bapak Sujono dan Bapak Setiyawan, kami turut berbahagia dan mendoakan semoga amanah baru sebagai PPPK di tempat tugas yang baru dapat dijalani dengan penuh tanggung jawab dan keberkahan,” tutur H. Riza Faozi.
Ia menambahkan bahwa purna bakti dan alih tugas merupakan bagian dari dinamika pengabdian aparatur negara, namun ikatan kekeluargaan yang telah terjalin di MAN 2 Kulon Progo akan tetap terjaga.
“Dimanapun Bapak-Bapak bertugas dan mengabdi, kami berharap tali silaturahmi tidak pernah terputus. MAN 2 Kulon Progo akan selalu menjadi rumah bersama, tempat kenangan pengabdian dan kebersamaan terukir,” imbuhnya. (gia)