Yogyakarta (Humas MAN 2 Kulon Progo) — Salah satu guru Bahasa Arab MAN 2 Kulon Progo, Ikhwan Nur Rois, M.Pd., berpartisipasi sebagai pemakalah dalam ajang The 2nd Arabic Teaching and Learning International Conference (ATaLIC) Tahun 2025 yang diselenggarakan secara daring dan luring pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di UIN Raden Fatah Palembang.
Dalam forum ilmiah berskala internasional tersebut, Ikhwan Nur Rois mempresentasikan makalah berjudul “Konsep Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kelas X di Madrasah Aliyah Negeri”. Presentasi ini mengangkat gagasan pembelajaran Bahasa Arab yang menekankan pendekatan humanis, empatik, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik melalui nilai-nilai panca cinta, kepedulian, dan relasi positif antara guru dan siswa serta konsep KBC ini menyesuaikan KMA No. 1503 Tahun 2025.

Sebelum mengikuti sesi presentasi, Rois tampak melakukan persiapan materi dari ruang kerjanya dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pendukung pelaksanaan konferensi daring. Hal ini mencerminkan komitmen guru madrasah dalam menjaga profesionalisme serta kesiapan akademik pada forum ilmiah internasional.
Pelaksanaan konferensi berlangsung melalui platform Zoom dan diikuti oleh para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan Bahasa Arab dari berbagai institusi dan Negara. Dalam sesi yang dipandu moderator, Ikhwan Nur Rois memaparkan konsep kurikulum berbasis cinta sebagai alternatif pendekatan pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21, khususnya di lingkungan madrasah.

Partisipasi guru MAN 2 Kulon Progo dalam konferensi internasional ini menjadi bukti nyata dukungan madrasah terhadap peningkatan kompetensi pendidik, penguatan budaya akademik, serta kontribusi aktif dalam pengembangan inovasi pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Arab.
Melalui keikutsertaan ini, diharapkan gagasan dan praktik baik yang dikembangkan di MAN 2 Kulon Progo dapat menginspirasi satuan pendidikan lain serta memperkuat peran madrasah dalam kancah pendidikan nasional dan internasional. (gia)