Minggu, 1 Februari 2026

MAN 2 Kulon Progo Gelar Sosialisasi Perubahan KMA 450 dan Kurikulum CINTA

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Dalam rangka penguatan dan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), MAN 2 Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Perubahan KMA 450 dan Kurikulum CINTA bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 5 Desember 2025, bertempat di Ruang Teater Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo di Jalan Pahlawan, Gotakan, Panjatan. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Hj. Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum., dan diikuti oleh seluruh guru serta pegawai.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan regulasi kurikulum harus dipahami sebagai peluang untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran. Ia menegaskan bahwa perubahan KMA 450 serta penguatan Kurikulum CINTA membuka ruang bagi para guru untuk lebih adaptif, inovatif, dan responsif dalam mengembangkan pembelajaran di kelas. “Perubahan KMA 450 dan penguatan Kurikulum CINTA merupakan ruang bagi kita untuk semakin adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pembelajaran. Saya berharap seluruh guru dan pegawai memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami arah kebijakan kurikulum dan menerapkannya dengan sungguh-sungguh demi kemajuan peserta didik dan madrasah,” ungkapnya.

Beliau juga menekankan komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. “SDM yang unggul adalah kunci utama. Maka kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen kita untuk mencetak generasi yang cerdas, terampil, dan berakhlak mulia. MAN 2 Kulon Progo siap bergerak bersama mewujudkan madrasah yang unggul dalam karakter, prestasi, dan layanan,” terang Riza Faozi.

Dalam sesi penyampaian materi, Hj. Anita Isdarmini menjelaskan beberapa poin penting dari perubahan KMA 450, terutama terkait penyempurnaan struktur kurikulum, penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin, serta penyesuaian beban belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Selain itu, ia juga memaparkan konsep Kurikulum CINTA yang menjadi identitas khas madrasah di bawah naungan Kementerian Agama. Kurikulum ini menekankan lima nilai utama, yaitu Cerdas, Inovatif, Nasionalis, Terampil, dan Akhlakul Karimah.

Ia juga menjelaskan bahwa Perubahan KMA 450 memuat adanya kegiatan kokurikuler. Kegiatan kokurikuler di madrasah bertujuan untuk memperkuat karakter dan kompetensi peserta didik. Pelajar diharapkan menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai Pancasila serta moderat dalam beragama. Projek ini dilakukan secara kolaboratif lintas disiplin untuk mengamati, mengeksplorasi, dan merumuskan solusi atas masalah nyata, dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya madrasah. Pelaksanaannya mengikuti panduan resmi dari Direktur Jenderal.

Menurutnya, Kurikulum CINTA tidak hanya menjadi pedoman pembelajaran, tetapi juga menjadi karakter dan jati diri madrasah dalam melahirkan generasi yang unggul dan berkarakter. “Madrasah harus memiliki distingsi. Kurikulum CINTA menjadi identitas yang memadukan kecerdasan, karakter, dan keterampilan. Guru perlu memahami paradigma baru ini agar pembelajaran berjalan lebih kontekstual, humanis, dan bermakna,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi guru dalam komunitas belajar untuk memastikan implementasi kurikulum berjalan optimal. “Implementasi kurikulum tidak akan berjalan optimal tanpa kerja sama. Pastikan setiap guru saling menguatkan, berbagi praktik baik, dan terus belajar,” ujarnya.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Hj. Kurnia Panca Dewi, S.Pd., M.Si., ikut menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting dalam mempersiapkan madrasah menghadapi perubahan kebijakan dan perkembangan dunia pendidikan. Ia menyampaikan bahwa seluruh komponen madrasah harus bergerak bersama untuk memastikan implementasi kurikulum berjalan sesuai arah kebijakan nasional sambil tetap mempertahankan ciri khas madrasah melalui Kurikulum CINTA. “Perubahan KMA 450 harus direspons dengan kesungguhan. Kita perlu menyusun perencanaan pembelajaran yang selaras dengan regulasi baru sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum CINTA sebagai branding madrasah. Dengan SDM yang kompeten, insyaAllah MAN 2 Kulon Progo semakin siap menjawab tuntutan zaman,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa bidang kurikulum siap mendampingi guru dalam menyusun perangkat ajar, projek, dan asesmen yang lebih berorientasi pada pembelajaran bermakna dan diferensiasi. (gia)

Bagikan pada...

Lihat juga

Kepala MAN 2 Kulon Progo Hadiri Kegiatan Selapanan Periode I Tahun 2026 di KPPN Wates

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *