Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – MAN 2 Kulon Progo menggelar kegiatan Review Rapor Pendidikan Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Kokurikuler bersama Kalimah, S.Ag., MA., Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kulon Progo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2025, bertempat di Ruang Teater Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) Unit 2 MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan, Panjatan, dan diikuti oleh seluruh guru MAN 2 Kulon Progo.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., yang menegaskan pentingnya pemanfaatan data Rapor Pendidikan sebagai dasar perbaikan mutu pembelajaran dan tata kelola madrasah. Ia menyampaikan bahwa review rapor pendidikan, sosialisasi KBC, dan kokurikuler merupakan satu kesatuan strategi dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, humanis, serta berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi peserta didik.

Dalam sesi utama, Kalimah secara langsung mereview Rapor Pendidikan Tahun 2025 MAN 2 Kulon Progo. Ia menyampaikan bahwa secara umum capaian madrasah berada pada kategori baik, dengan sejumlah indikator menunjukkan tren peningkatan. Pada indikator Kemampuan Numerasi Murid, MAN 2 Kulon Progo dinilai mengalami peningkatan capaian dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencerminkan penguatan kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan konsep bilangan, aljabar, geometri, serta data dalam pembelajaran.
Namun demikian, Kalimah juga mencatat bahwa pada indikator Karakter Murid dan Kemampuan Literasi Murid, meskipun masih berada pada kategori baik, terdapat penurunan nilai dibandingkan tahun 2024. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian bersama melalui penguatan pembiasaan karakter, budaya literasi, serta pembelajaran yang lebih konsisten dan berkelanjutan. Sementara itu, pada indikator Kondisi Keamanan Sekolah dan Kondisi Kebinekaan Sekolah, ia memberikan apresiasi karena keduanya menunjukkan peningkatan dan berada pada kategori baik, menandakan lingkungan madrasah yang aman, inklusif, bebas perundungan, serta menjunjung tinggi toleransi dan kesetaraan.

Pada indikator Kualitas Pembelajaran, Kalimah menilai bahwa meskipun masih berada pada kategori baik, terdapat penurunan nilai yang perlu ditindaklanjuti. Ia merekomendasikan penguatan praktik pembelajaran berdiferensiasi, optimalisasi pemanfaatan hasil asesmen untuk perbaikan pembelajaran, serta perencanaan program berbasis data. Dalam konteks inilah, Kalimah mengaitkan hasil Rapor Pendidikan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menempatkan nilai kasih sayang, kemanusiaan, dan kepedulian sebagai fondasi pembelajaran, termasuk kepedulian terhadap lingkungan melalui perspektif ekoteologi.
Selain itu, Kalimah menegaskan bahwa kokurikuler dalam kurikulum madrasah saat ini berfungsi sebagai pengganti Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA). Kokurikuler dirancang terintegrasi dengan intrakurikuler sebagai wahana penguatan karakter, moderasi beragama, dan kompetensi peserta didik melalui proyek, aksi nyata, serta pengalaman belajar kontekstual yang selaras dengan nilai-nilai KBC. (gia)