Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Ahmad Bahiej, menegaskan bahwa pengembangan Madrasah Aliyah ke depan harus diarahkan pada penguatan mutu akademik yang berjalan seiring dengan pengembangan program vokasional dan keterampilan. Penegasan tersebut disampaikan saat peninjauan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Sarana dan Prasarana MAN 2 Kulon Progo, Minggu, 4 Januari 2026.
Dr. Ahmad Bahiej menyampaikan bahwa PHTC merupakan bagian dari program prioritas nasional Kementerian Agama yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Menurutnya, madrasah tidak lagi hanya diposisikan sebagai lembaga pendidikan akademik semata, tetapi juga sebagai ruang pengembangan keterampilan peserta didik agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
“Madrasah Aliyah harus mampu mengintegrasikan keunggulan akademik dengan program vokasional. Penguatan MAN 2 Kulon Progo yang diarahkan bersama pengembangan MAKN Kulon Progo menjadi contoh nyata bagaimana madrasah beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Menteri Agama Republik Indonesia yang selama tiga hari berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka napak tilas sekaligus penguatan layanan pendidikan madrasah. Kehadiran tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata pemerintah pusat terhadap pengembangan madrasah di daerah.

Kunjungan tersebut dihadiri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia K.H. Romo Muhammad Syafi’i, didampingi Ibu Maya Suhasni Siregar, bersama jajaran Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Kepala Kanwil Kemenag DIY hadir bersama Ibu Dr. Hj. Ening Herniti Bahiej, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, serta dihadiri oleh Asisten Daerah I Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, mewakili Bupati Kulon Progo, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo. Dari internal madrasah, hadir Kepala MAN 2 Kulon Progo, komite madrasah, guru, serta tenaga kependidikan.
Rombongan disambut dengan tari penyambutan Nawung Sekar oleh siswa MAN 2 Kulon Progo dan pengalungan syal ecoprint karya siswa program keterampilan tata busana sebagai simbol penghormatan dan kearifan lokal. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung hasil revitalisasi ruang PHTC dan ruang kelas baru.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Agama RI turut menyampaikan apresiasi atas selesainya PHTC di MAN 2 Kulon Progo serta capaian madrasah dalam tata kelola dan inovasi layanan publik. Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyatakan dukungan terhadap penguatan peran madrasah dalam pengembangan sumber daya manusia daerah.
Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan pemotongan tumpeng, penandatanganan testimoni, serta penyerahan proposal pengembangan kelembagaan madrasah, meliputi penguatan MAN 2 Kulon Progo pada program keterampilan dan pengembangan MAKN Kulon Progo. Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung sarana prasarana hasil revitalisasi.
Melalui penguatan sarana prasarana dan pengembangan program vokasional ini, MAN 2 Kulon Progo diharapkan semakin siap menjadi madrasah unggulan yang mampu memberikan layanan pendidikan berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. (gia)