Senin, 5 Januari 2026

Sambutan Tari Nawung Sekar dan Gejuk Sorai oleh Siswa Warnai Kunjungan Wamenag RI di MAN 2 Kulon Progo

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) — Kunjungan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, K.H. Romo Muhammad Syafi’i, di MAN 2 Kulon Progo diawali dengan penyambutan istimewa melalui tari Nawung Sekar dan Gejuk Sorai yang dibawakan oleh siswa peserta ekstrakurikuler seni tari MAN 2 Kulon Progo, yakni Annisa Anggraini, Sulaafah Yumnaa Putri, dan Alya Putri Damayanti. Tarian tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ekspresi kearifan lokal yang sarat makna dalam menyambut tamu kehormatan.

Tari Nawung Sekar yang ditampilkan tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mengandung ajaran tentang kemandirian, rasa percaya diri, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat pendidikan karakter yang terus dikembangkan di lingkungan madrasah, khususnya di MAN 2 Kulon Progo.

Sementara itu, tarian Gejuk Sorai merupakan karya tari yang berangkat dari rasa sukacita dan sorak-sorai yang hadir dalam berbagai peristiwa kehidupan. Berpijak pada gerak gejuk, tarian ini menampilkan gerak-gerak yang energik, dinamis, dan penuh semangat, sebagai simbol ajakan untuk merayakan kehidupan dengan rasa syukur. Melalui karya tersebut, penonton diajak merasakan kegembiraan dan kebersamaan tanpa sekat usia maupun latar belakang.

Usai penyambutan tari, kegiatan dilanjutkan dengan pengalungan syal ecoprint karya siswa program keterampilan tata busana MAN 2 Kulon Progo, dilanjutkan pemotongan pita sebagai penanda dimulainya rangkaian acara kunjungan.

Wamenag RI K.H. Romo Muhammad Syafi’i, didampingi Ibu Maya Suhasni Siregar, hadir bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Dr. Ahmad Bahiej dan Ibu Dr. Hj. Ening Herniti Bahiej, serta unsur Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan jajaran Kementerian Agama. Kunjungan tersebut dalam rangka peninjauan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Sarana dan Prasarana MAN 2 Kulon Progo.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag menyampaikan apresiasi atas penguatan sarana prasarana madrasah yang dibarengi dengan pengembangan karakter, seni, dan kreativitas peserta didik. Ia menegaskan bahwa madrasah tidak hanya menjadi ruang penguatan akademik, tetapi juga wahana pembentukan kepribadian, budaya, dan nilai-nilai kebersamaan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan ruang PHTC dan hasil revitalisasi ruang kelas, penandatanganan testimoni, serta penyerahan proposal pengembangan kelembagaan madrasah. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat peran MAN 2 Kulon Progo sebagai madrasah unggulan yang berakar pada nilai keagamaan, budaya, dan karakter bangsa. (gia)

Bagikan pada...

Lihat juga

Perkuat Karakter Peserta Didik, MAN 2 Kulon Progo Gelar Rakor Guru Kokurikuler Pengganti P5RA

Kulon Progo (Humas MAN 2 Kulon Progo) – Sebagai upaya berkelanjutan dalam penguatan karakter peserta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *